Cinestro – SIAPA tak mengenal My Neighbor Totoro, film animasi keluarga tentang dua anak gadis kakak-beradik yang tinggal di suatu desa nan indah dengan makhluk-makhluk ajaibnya. Salah satunya Totoro, roh pohon berbadan besar yang bersahabat dengan anak-anak.
Mengikuti pengalaman magis Mei (4) dan Satsuki (10) memberikan ketegangan serupa saat menonton film thriller. Aku dibuat penasaran makhluk apa sebenarnya Totoro, apakah semacam urban legend. Hingga kudapati karakter rekaan Hayao Miyazaki ini merupakan metafora dari dewa kematian.
My Neighbor Totoro disebut-sebut sebagai alegori dari kasus perkosaan dan pembunuhan yang menimpa seorang gadis SMA di Saitama, tahun 1963, atau selanjutnya disebut Insiden Sayama. Seiring hal tersebut, berikut rekomendasi 10 film animasi dengan alegori terbaik, selengkapnya.
1. Coco (2017/8.8)
Kita mulai dengan Coco. Film ini mengisahkan seorang anak 12 tahun bernama Miguel (Anthony Gonzalez) yang bermimpi menjadi penyanyi terkenal seperti Ernesto de la Cruz (Benjamin Bratt). Ernesto adalah penyanyi legenda yang hidup sejaman dengan Imelda Rivera (Alanna Ubach), nenek canggah Miguel.
Sayangnya dalam keluarga Rivera tidak boleh ada yang mendengarkan—apalagi memainkan musik. Menjelang perayaan Día de Muertos, Miguel menemukan foto Imelda didampingi suaminya—namun dengan bagian wajah yang disobek. Pria tersebut terlihat memegang gitar yang diyakini Miguel sebagai gitar legenda Ernesto.
Saat tiba perayaan Hari Orang Mati, Miguel memasuki makam Ernesto de la Cruz untuk mencuri gitarnya. Saat ia memetik gitar tersebut, tiba-tiba secara ajaib ia menjadi tak terlihat oleh orang lain, kecuali Dante, anjingnya. Pada saat yang sama, mereka justru dapat melihat arwah orang-orang mati!
Di Negeri Orang Mati, Miguel berjumpa keluarga besar yang foto-fotonya dipajang di rumahnya. Ia juga mengenali Mamá Imelda yang terhambat saat hendak menyeberang di Negeri Orang Mati, sejak fotonya hilang di ofrenda karena dibawa Miguel. Rupanya untuk bisa menyeberang, foto orang mati harus selalu terpajang.
Layaknya di Negeri Orang Hidup, di Negeri Orang Mati pun digelar pertunjukan yang menampilkan Ernesto de la Cruz sebagai bintangnya. Ernesto menyambut dan membanggakan Miguel sebagai canggahnya yang berbakat. Namun kebahagiaan Miguel tidak berlangsung lama saat mengetahui Ernesto adalah orang yang licik.
2. My Neighbor Totoro (1988/8.2)
Totoro adalah roh pohon yang baik hati dan menyukai anak-anak. Karenanya, hanya anak-anak yang dapat berjumpa dengan Totoro. Paling tidak itulah karakter yang ingin dibangun dari karakter ajaib ini. Namun apabila diperhatikan lebih jeli, tidak semua anak-anak dapat melihat Totoro, lho!
Anak-anak yang bisa melihat Totoro tak lain adalah mereka yang sudah dekat dengan kematian atau memang sudah meninggal. Ketika Mei menghilang dan sandalnya ditemukan di kolam, Mei dapat diasumsikan telah tewas tenggelam. Ketika ditanya, Satsuki (berbohong) mengatakan itu bukan sandal Mei.
Satsuki pergi mencari Totoro seakan-akan membuka dimensi arwah. Pada awal cerita, anak-anak melihat Susuwatari. Dalam legenda Jepang, konon yang bisa melihat Susuwatari akan mati. Demikian pula Susuwatari muncul ketika Satsuki mencari adiknya di hutan. Dibantu Totoro, Satsuki berhasil menemukan (arwah) Mei.
Seperti banyak diulas, My Neighbor Totoro disebut-sebut sebagai metafora kasus perkosaan dan pembunuhan yang menimpa seorang gadis SMA pada tanggal 1 Mei 1963 di Sayama. Bahkan dua tokoh kakak-beradik dalam anime ini bernama Mei dan Satsuki, dalam bahasa Jepang yang juga berarti bulan Mei.
Petunjuk lain yang membuktikan isu tersebut antara lain model rumah dalam anime yang terletak di Bukit Sayama; Sebuah kotak di rumah nenek tertulis Teh Sayama, serta; rumah sakit tempat ibu Mei dan Satsuki dirawat, yakni Shichikoku Byouin, mirip dengan rumah sakit Hachikoku Byouin di Sayama.
Selain itu pada Neko Bus yang membawa Mei dan Satsuki terdapat tulisan ‘Menuju Pemakaman’. Mereka menemui ibunya di rumah sakit. Anehnya mereka melihatnya dari atas pohon. Kanta, tokoh lain dalam anime tidak bisa melihat Totoro padahal ia juga anak-anak. Dan pada adegan akhir, Mei dan Satsuki tidak memiliki bayangan.
3. Happy Feet (2006/6.5)
Mumble (Elijah Wood) adalah penguin yang terlahir berbeda dengan penguin lainnya yang pandai bernyanyi. Mumble hanya bisa menari dengan kakinya, tetapi itu tak cukup untuk membuatnya dapat diterima oleh koloni. Kakinya justru dianggap kutukan dan penyebab atas hilangnya ikan-ikan, makanan para penguin.
Merasa diperlakukan tidak adil, Mumble pun bertekad mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian ia mendapati bahwa ikan-ikan yang hilang ternyata akibat ulah manusia. Dengan tariannya yang menarik perhatian, Mumble seakan-akan berkomunikasi dengan manusia dan mencoba menyadarkan mereka.
4. A Bug’s Life (1998/7.2)
Flik (Dave Foley) diusir dari koloni semut karena tanpa sengaja membuang makanan yang telah susah payah dikumpulkan koloni untuk dipersembahkan kepada Hopper (Kevin Spacey), belalang jahat yang menindas mereka. Namun kemudian Flik kembali membawa para kesatria yang sebenarnya adalah serangga sirkus.
A Bug’s Life adalah alegori kehidupan penjajahan, di mana dibutuhkan satu pioner pergerakan untuk menyadarkan rakyat banyak bahwa kaum penindas bisa dikalahkan. Garis besar cerita A Bug’s Life sendiri mengadopsi film legendaris Seven Samurai (1954) karya Akira Kurosawa yang juga mengilhami The Magnificent Seven (1960, 2016).
5. Sing (2016/7.1)
Demi menyelamatkan teaternya dari kebangkrutan, Buster Moon (Matthew McConaughey) mengadakan kompetisi menyanyi berhadiah US$ 1.000. Kompetisi tersebut berhasil mengundang ribuan peserta. Rupanya, hal itu terjadi karena Miss Crawly (Garth Jennings), asistennya yang tua, telah tanpa sengaja menulis US$ 100.000 dalam selebaran.
Setelah kompetisi berakhir kacau, Buster Moon kembali merintis teater dari nol dengan perlengkapan sederhana. Ia dibantu oleh para calon bintang yang sebelumnya merasa tertipu dengan hadiah yang dijanjikan Moon. Mereka adalah Rosita, Mike, Ash, Johnny, dan Meena—berturut-turut diperankan Reese Witherspoon, Seth MacFarlane, Scarlett Johansson, Taron Egerton, Tori Kelly.
6. The Croods (2013/7.2)
The Croods mengisahkan keluarga Grug (Nicolas Cage) yang hidup di jaman batu. Ia memiliki seorang anak gadis bernama Eep (Emma Stone) yang tengah dekat dengan seorang pemuda asing bernama Guy (Ryan Reynolds). Grug yang bersikap kolot dan overprotektif merasa tidak senang dengan kehadiran Guy yang selalu membicarakan tentang hari esok.
Guy mencoba memberikan pengertian bahwa rasa penasaran tak akan mendatangkan bencana, melainkan sebuah kesempatan. Guy mulai mengajari banyak hal pada keluarga Grug seperti membuat api, membuat alas kaki, perangkap hewan, dan kerang sebagai alat komunikasi, hingga perlahan Grug mulai membuka diri.
7. Spirited Away (2001/8.6)
Spirited Away menceritakan keluarga Chihiro yang mengalami berbagai peristiwa magis sejak kepindahan mereka ke suatu kota. Orangtua Chihiro menjelma babi setelah makan di restoran aneh. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka adalah dengan bekerja di pemandian umum milik Yubaba.
Spirited Away merupakan perumpamaan kehidupan industri soapland di Jepang, di mana pemandian umum tempat Chihiro bekerja tak lain merupakan prostitusi terselubung. Para pekerja ‘memandikan’ pelanggan laki laki hidung belang di dalam tempat yang telah diatur layaknya pemandian umum.
8. Turbo (2013/6.5)
Memiliki cita-cita tinggi, tak jarang membuat kita justru diremehkan orang, bahkan oleh keluarga kita sendiri. Namun tak didukung orang terdekat, jangan membuat kita patah arang. Seperti halnya Theo (Ryan Reynolds). Terobsesi menjadi pembalap, ia dianggap sinting dalam komunitas siput yang lamban.
Suatu ketika, kecelakaan menimpa Theo yang mengakibatkan DNA-nya terkontaminasi nitrous oxide system (NOS). Dibantu Tito (Michael Peña) pedagang taco yang yang kerap dipandang sebelah mata, Theo berhasil bertanding di Indie 500 dengan Guy Gagne (Bill Hader), sang idola.
9. Rio (2011/6.9)
Blu (Jesse Eisenberg) adalah seekor burung makaw yang telah dipelihara Linda (Leslie Mann) selama 15 tahun. Suatu ketika datanglah dr. Tulio (Rodrigo Santoro) yang hendak menjodohkan Blu dengan Jewel (Anne Hathaway) untuk menjaga kelestarian spesies mereka. Ketika dibawa ke Rio de Janeiro, Blu memulai petualangan yang tidak pernah dibayangkan seekor burung peliharaan!
Berbeda dengan Turbo yang cenderung tidak tahu diri karena memaksakan obsesinya, Blu justru nyaris tak memiliki mimpi dan senang tinggal di zona nyaman sebagai burung piaraan jinak dan tidak bisa terbang! Hingga rangkaian peristiwa bersama Jewel sang pujaan hati, mengubah hidup Blu selamanya!
10. Finding Nemo (2003/8.1)
Finding Nemo mengisahkan Marlin (Albert Brooks) seekor ikan badut yang bertualang di samudera luas untuk mencari anaknya yang hilang bernama Nemo (Alexander Gould). Ia ditemani Dory (Ellen DeGeneres), seekor ikan blue tang betina yang menderita short-term memory loss—seperti Lenny dalam Memento.
Finding Nemo menjadi salah satu film animasi dengan alegori terbaik. Bahkan menurut teori fans, sebetulnya Nemo telah mati. Sehingga seluruh adegan pencarian tak lebih dari halusinasi Marlin karena tidak bisa menerima kematian anak semata wayangnya tersebut. Sementara Dory—yang memiliki kondisi kejiwaan tidak stabil—diduga dapat melihat orang mati.
Selain itu, film ini juga mengandung adegan prison break. Ya, adegan tersebut terjadi saat Nemo menjadi tawanan baru di dalam akuarium milik dr. Sherman. Ia diminta oleh Gill (Willem Dafoe), pemimpin geng, untuk melakukan misi meloloskan diri, sebelum satu-persatu dari mereka dieksekusi oleh Darla, keponakan dr. Sherman yang kejam. (*/msl)