1. Adegan saat protagonis baru bebas dari penjara. Biasanya muncul sebagai adegan pembuka, biar keren, dong. Ternyata dia memegang kartu bebas penjara dari Dana Umum.
2. Insiden perampokan di “Alfamart” oleh dua pelaku amatir yang digagalkan protagonis saat kebetulan berada di sana—membeli tisu dan Vaseline. Adegan ini digunakan sutradara untuk memperkenalkan kemampuan bela diri protagonisnya. Mas kasirnya lalu terkagum-kagum, “Seribunya mau didonasikan saja, Mas?”
3. Adegan pembuka lainnya kerap memperlihatkan seorang mantan polisi yang ingin menikmati masa pensiunnya dengan beternak lele, namun ia terpaksa harus kembali berurusan dengan penjahat kelas kerapu. Klise banget, ya? Ternak lele.
4. Insiden perkelahian di klub malam. Adegan ini familiar banget, bahkan bagi orang yang jarang menonton. Biasanya terlebih dahulu diperlihatkan cewek-cewek seksi sedang dugem di tengah suasana riuh-rendah klub. “Entah apa yang merasukiku~”
5. Adegan saat tokoh mafia dikelilingi cewek-cewek seksi di klub sambil ngudud dan mabok ciu. Adegan ini juga kerap muncul dalam film-film laga Asia.
6. Adegan percakapan di meja bar, biasanya laki-laki dengan perempuan yang baru saling mengenal, “Sendirian aja, Neng? Dangdutan, Nyok?” NAJIS, LO!
7. Adegan percakapan di American diner yang khas dengan sofa-sofa merahnya. Familiar, dong?
8. Adegan saat orang asing masuk ke dalam lapo (bar; saloon) di pinggiran kota dan diperhatikan oleh orang-orang di sana. Adegan ini biasa muncul dalam film-film Western (koboi).
9. Adegan melompat dari gedung ke gedung saat dikejar-kejar seseorang yang bersenjata, tapi enggak ditembak-tembak—cuma buat pamer parkour doang.
10. Adegan kejar-kejaran di dalam gedung hotel/apartemen, mereka masuk sembarangan ke kamar penghuni, biasanya perempuan, orang Asia, atau lansia, baik melalui pintu atau jendela.
11. Adegan orang dilempar dari lantai atas gedung dengan memecahkan jendela—and guess what, jatuhnya selalu di atas mobil yang sedang parkir. Lalu terdengar bunyi alarm. Tepok jidat, he-he.
12. Adegan saat penembak jitu (sniper) mengunci dan menembak sasarannya dari ketinggian gedung, tapi meleset!! Ngehek emang.
13. Adegan polisi menembakkan peluru ke udara di tengah khalayak ramai agar merunduk saat mengejar penjahat. Sedangkan penjahat melakukannya untuk melancarkan teror dan aksi perampokan.
14. Adegan saat protagonis menunjukkan “lencana hansipnya” pada resepsionis hotel, warga komplek, atau pengemudi sipil di jalan raya untuk mengambil alih mobil mereka.
15. Demikian pula dalam adegan kejar-kejaran antara polisi dan penjahat. Salah satu dari mereka akan menodongkan pistol untuk merampas mobil dari warga sipil.
16. Adegan menerobos ruang rahasia dengan memalsukan sidik jari, kartu identitas, atau menyamar mengenakan “seragam satpam”.
17. Adegan perselisihan antar-sesama anggota kepolisian yang berbeda pendapat atas kasus yang mereka tangani. Salah satu dari mereka pasti oknum polisi penjilat nan korup.
18. Adegan percakapan antara polisi dan penjahat di ruang interogasi. Seringkali disaksikan rekan-rekan polisi lain dari luar melalui kaca satu arah.
19. Adegan perundungan yang dialami narapidana baru oleh narapidana senior berbadan tinggi besar, sambil disaksikan narapidan lain. Namun ternyata narapidana baru itu sanggup mengalahkan sang Goliath.
20. Adegan percakapan di ruang besuk antara narapidana dan pembesuknya yang dibatasi kaca, mereka berbicara menggunakan media telefon.
21. Dalam suatu kelompok assamble cast (Power Rangers cast) umumnya terdiri dari berbagai latar belakang ras, yakni kulit putih, kulit hitam, orang Asia, dan Hispanik. Misalnya, Fate of Furious, The Magnificent Seven, Ocean’s Eleven, The Expendables, dan The Avengers.
22. Adegan negosiasi yang (mesti) gagal antara dua kubu yang berujung baku tembak. Biasanya memakan banyak korban jiwa, namun sempat menyisakan tokoh utama dari kedua kubu.
23. Adegan ketika sandera berhasil meloloskan diri dari ikatan “tali rafia”. EPIC!!
24. Adegan tukar-menukar sandera dengan sandera, sandera dengan barang, sandera dengan Dewi, Dewi Sandra dengan Sandra Dewi.
25. Adegan berdansa antara dua sejoli dalam sebuah pesta. Biasanya dimulai dengan pujian, “Kamu cantik sekali malam ini.” Sehabis berdansa, mereka lantas “cari angin” di balkon.
26. Adegan bercinta antara protagonis polisi dengan perempuan dari pihak antagonis. Berkat “angin balkon” nih!
27. Adegan saat tiba-tiba muncul orang asing misterius menatap dalam (merong) ke arah protagonis. “Naon siah neuleu beungeut, Nyet!”
28. Adegan saat protagonis berlari di ruang terbuka diberondongi tembakan. Namun tak satu pun peluru yang kena, kecuali bahu atau kaki, pokoknya jangan mati.
29. Dalam adegan baku tembak, cukup satu tembakan untuk membunuh penjahat figuran, sedangkan berkali-kali ledakan bom tak cukup untuk membunuh satu jagoan, walau dibuat sekuelnya.
30. Selalu ada adegan menembak saat pelornya habis—tinggal sisa peler dua biji.
31. Adegan berpacu dengan bom waktu.
32. Adegan perkelahian terakhir antara jagoan dan penjahat. Mereka memegang senjata api sepanjang film, tapi ketika berhadapan satu lawan satu, mereka justru pakai tangan kosong. Setelah sama-sama bonyok, mereka baru rebutan pistol yang tergeletak di lantai. Ari sia!
33. Adegan saat protagonis berhasil mengatasi serangan antagonis dari belakang. Protagonis yang awalnya tidak berniat membunuh, terpaksa membunuhnya. Atau hal itu dilakukan protagonis lain secara mengejutkan.
34. Adegan saat antagonis batal menembak protagonis, lantas menodongkan pistol ke mulut atau kepalanya sendiri. Dor!
35. Ketika masa depan bumi terancam oleh alien, monster, dan bencana alam, namun yang mendapat serangan hanya Amerika Serikat dan menjadi satu-satunya negara yang dapat mengatasinya.
36. Makhluk dari luar planet bumi berbicara dalam bahasa Inggris dialek Amerika.
37. Adegan perselisihan antara dua protagonis di dalam mobil yang sedang melaju.
38. Adegan protagonis kulit hitam mengemudi diiringi musik hip-hop. O-A-O-Eh!!
39. Dalam film olahraga/bela diri, adegan ketika protagonis nyaris kalah namun menang secara dramatis. Sudah kuduga.
40. Adegan berkendara mobil di jalanan panjang yang sepi di pinggiran atau perbatasan kota. Biasanya tampak di awal atau akhir film. “THE END.” (*/Msl)