1. Zero to hero

Film berplot zero to hero adalah film yang meriwayatkan jalan hidup seseorang berawal dari bukan siapa-siapa hingga berhasil menjadi tokoh besar yang disegani banyak orang. American Gangster, misalnya, mengisahkan Frank Lucas (Denzel Washington), seorang sopir pribadi kartel narkotika yang berhasil membangun bisnis haramnya sendiri melebihi kesuksesan bosnya dahulu.

Judul lain yang mengambil tema zero to hero, yakni Kung Fu Hustle. Berawal dari kacung geng kapak, Sing (Stephen Chow) kemudian berhasil menaklukkan geng sadis paling ditakuti di Shanghai itu dan memimpin mereka. Selain itu judul lain seperti Forrest Gump (dibintangi Tom Hanks), dan Scarface (Al Pacino).

2. Team recruitment

Film team recruitment adalah film mengenai perekrutan beberapa orang dalam tim untuk melakukan suatu misi tertentu. Film yang memelopori plot ini ialah Seven Samurai (1954), menceritakan penduduk desa yang menyewa tujuh orang ronin untuk melawan para bandit yang akan kembali untuk merampas hasil panen mereka.

Kisah Seven Samurai diadaptasi dalam The Magnificent Seven (1960) dengan latar belakang Western dan telah dibuat remake-nya tahun 2016. Selain itu, Seven Samurai merupakan film berpengaruh yang mengilhami film-film modern seperti The Guns of Navarone, Battle Beyond the Stars hingga film animasi A Bug’s Life.

Film jenis ini menampilkan beberapa bintang sekaligus (ensemble cast). Dalam The Magnificent Seven (2016), dikisihkan Sam Chisolm (Denzel Washington) dimintai tolong oleh Emma Cullen (Haley Bennet) dan warga Rosecreek untuk melawan Bartholomew Bogue (Peter Sarsgaard) dan para bandit yang menindas mereka.

Sam lantas merekrut lebih banyak jawara untuk membantu perjuangannya, antara lain Josh Faraday, Goodnight Robicheaux, Billy Rocks, Jack Horne, Red Harvest, dan Vasquez—berturut-turut diperankan Chris Pratt, Ethan Hawke, Lee Byung-hun, Vincent D’Onofrio, Martin Sensmeier, dan Manuel Garcia Rulfo.

Film tentang merekrut pahlawan juga umum ditemukan dalam film-film superhero, seperti The Avengers, Justice League, X-Men: Apocalypse, Thor: Ragnarok, Guardian of the Galaxy, Journey to the West, Shaolin Soccer, Dragon Ball Z: Ressurection, hingga Big Hero 6.

Seiring perkembangannya, konsep rekrut-merekrut mengalami modifikasi saat posisi hero digantikan anti-hero, seperti Mission: Impossible, Reservior Dogs, The Usual Suspects, Ocean’s Eleven, Going to Style, hingga Suicide Squad yang menceritakan rekrutmen orang-orang kompeten justru untuk melancarkan aksi kriminal/perampokan.

3. Ensemble cast

Film ensemble cast adalah film yang melibatkan bintang-bintang besar sebagai karakter utama dengan posisi yang nyaris sama penting. Film jenis ini dapat mengusung berbagai pilihan plot, namun plot yang umum dijumpai tak lain ialah team recruitment seakan-akan dua plot dan tema ini sulit dipisahkan—barangkali karena lebih mudah digarap dan masih menarik.

Untuk membuat film yang menampilkan banyak bintang besar, sebagian sineas akan mengusung plot team recruitmentThe Expendables misalnya, yang menjadi ajang reuni aktor laga legendaris mulai dari Sylvester Stallone, Jason Statham, Chuck Norris, Bruce Willis, Jet Li, Van Damme, Arnold Schwarzenegger, hingga Mel Gibson.

Pun sebaliknya, untuk membuat plot team recruitment, dibutuhkan bintang-bintang besar dan populer, seperti Ocean’s Eleven yang memasang line-up antara lain George Clooney, Brad Pitt, Julia Roberts, Matt Damon. Demikian pula Ocean’s 8 (versi cewek) menampilkan Sandra Bullock, Helena Bonham Carter, hingga Rihanna.

Namun demikian, film ensemble cast tak selalu mengusung plot team recruitment dan; sebaliknya, film team recruitment ada kalanya tidak menggunakan format ensemble cast. Karena hal tersebut kembali kepada kemampuan dan kreativitas masing-masing sineas dalam memodifikasi sebuah ide menjadi produk orisinal yang baru.

Beberapa contoh film ensemble cast lainnya, apapun jenis plot yang diusung, seperti Armageddon, Con-Air, Flight of Phoenix, The Fate of the Furious, XXX: The Return of Xander Cage, Predators, Reservoir Dogs, The Usual Suspects, L.A. Confidential, The Godfather, Goodfellas, Scarface, The Dark Knight (trilogy), Inception, Game of Thrones, hingga The Departed.

4. One man show

Berbeda dengan film ensemble cast yang melibatkan bintang-bintang besar sebagai pemeran utama sekaligus, film one man show justru menampilkan (berfokus pada) satu protagonis saja. One man show dalam hal ini menceritakan kepahlawanan protagonis yang berjuang melawan kejahatan (musuh) nyaris seorang diri.

Film jenis ini diperankan aktor-aktor tertentu atau spesialis one man show, antara lain Liam Neeson (Taken), Denzel Washington (Men on Fire), Keanu Reeves (John Wick), dan Jason Statham (Transporter).

Minatku pada keempat plot di atas bukan tanpa alasan. Pertama, film-film dengan keempat plot berbeda tersebut mengingatkanku pada romantisme Alkitab. Plot team recruitment misalnya, mengingatkanku pada kisah Yesus yang “merekrut” keduabelas murid, atau; plot zero to hero yang ditampilkan dalam kisah Abraham, Musa, Yusuf, hingga Daud.

Namun itu adalah ide mentahnya. Para sineas kiwari telah lebih pandai mengeksplorasi plot dan tema. Itu alasan keduaku. Apalagi aku hanya menyukai plot zero to hero, recruitment team, hingga one man show, jika sineas berhasil mengombinasikannya dengan tema-tema yang lebih segar dan memberikan plot twist menarik.

Fight Club, misalnya. Film ini turut mengambil ide recruitment team, tapi mereka memberikan sentuhan psychological-thriller. Itu membuatnya berbeda dengan film-film sejenis. (*/msl)