Cinestro – KEKUATAN film bertema olahraga adalah kisahnya yang inspiratif. Karenanya, seringkali diangkat dari peristiwa nyata dalam sejarah. InvictusRemember the Titans, hingga Dangal adalah beberapa nomor yang mendapat tempat sebagai film-film drama olahraga terbaik yang tidak boleh dilewatkan.

1. Invictus (2009/7.4)

Out of the night that covers me, black as the pit from pole to pole. I thanks whatever gods may be, for my unconquerable soul.

Setelah menghabiskan masa tahanan selama 27 tahun, Nelson Mandela (Morgan Freeman) berusaha mempersatukan rakyat Afrika Selatan pasca-apartheid, melalui kejuaraan rugbi. Kepada kapten tim, François (Matt Damon), Presiden Mandela berbagi Invictus—puisi yang mengilhaminya selama dipenjara di Robben Island.

2. Remember the Titans (2000/7.8)

“History is written by the winners.”

Pada tahun 1971, Seorang pria keturunan Afrika-Amerika bernama Herman Bonne (Denzel Washington) ditunjuk sebagai pelatih futbol sebuah SMA di Virginia. Bonne menggabungkan para pemain dari berbagai ras untuk pertama kalinya dalam sejarah.

3. The Greatest Game Ever Played (2005/7.5)

“Golfers should not fail to realize that it is a game of great traditions.”

Francis Ouimet (Shia LaBeouf) adalah seorang pegolf amatir yang berhasil mengalahkan legenda golf Inggris, Harry Vardon (Stephen Dillane) dalam kejuaraan AS Terbuka tahun 1913. Ouimet yang berdarah Perancis (Kanada)-Irlandia menjadi pegolf pertama yang berasal dari kalangan non-(bangsawan) Inggris.

4. Pelé: Birth of a Legend (2016/7.2)

“A boy with nothing who changed everything.”

Pelé: Birth of a Legend tak lain merupakan film biopik yang mengisahkan perjalanan hidup legenda sepekbola, Pelé (diperankan Kevin de Paula) yang sempat menjalani kehidupan sulit, sebelum akhirnya berhasil masuk tim nasional dan membawa Brazil menjuarai ajang Piala Dunia 1958 di Swedia.

5. The Blind Side (2009/7.7)

“You are a unique person created for a specific purpose. Your gifts matter, your story matters, your dreams matter. You matter.”

Sebuah kisah inspiratif tentang Michael ‘Big Mike’ Oher (Quinton Aaron) seorang anak tunawisma dengan trauma masa lalu yang akhirnya berhasil menjadi pemain berbakat American Football NFL berkat bantuan Mrs. Tuohy (Sandra Bullock) yang sangat peduli kepadanya.

6. Glory Road (2006/7.2)

“The incredible story of team that changed the game forever.”

Sebelum olahraga basket Amerika dibintangi atlet-atlet kulit hitam seperti sekarang, mereka sempat tak mendapat tempat di masa lalu. Pada 1966, pelatih Texas, Don Haskins (Josh Lucas) yang berkulit putih, memasang line-up yang terdiri dari pemain kulit hitam, melawan tim Kentucky yang terdiri dari pemain kulit putih.

7. Million Dollar Baby (2004/8.1)

“Beyond his silence, there is a past. Beyond her dreams, there is a feeling. Beyond hope, there is a memory. Beyond their journey, there is a love.”

Seorang wanita pelayan restoran bernama Maggie Fitzerald (Hilary Swank) mendekati Frankie Dunn (Clint Eastwood) pelatih tinju veteran yang dingin, agar melatih dirinya. Meski Frank menolaknya, hal itu tak mengendurkan tekad dan semangat Maggie untuk menjadi petinju terbaik di dunia.

8. We Are Marshall (2006/7.1)

“He took a position nobody else wanted, for a team nobody else believed in. Together, they pulled off a miracle nobody else could stop talking about.”

Setelah kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh atlet futbol dan pelatihnya, Marshall University berniat menghentikan sementara program futbol di sekolah tersebut. Hingga, munculah Jack Lengyel (Matthew McConaughey) sang pelatih baru yang berusaha membangkitkan kembali semangat tim Marshall.

9. Dangal (2016/8.5)

“Medalist don’t grow on trees. You have to nature them with love, hard work, with passion.”

Setelah gagal meraih medali emas untuk negaranya, Mahavir Phogat (Aamir Khan) berjanji suatu saat anak laki-lakinya yang akan mewujudkan impian tersebut. Namun, Mahavir yang justru dikaruniai 4 anak perempuan, akhirnya memutuskan melatih dua putrinya untuk mewakili India pada Kejuaraan Persemakmuran.

10. Coach Carter (2005/7.3)

“I came to coach basketball players, and you became students. l came to teach boys, and you became men.”

Seorang pemilik toko perlengkapan olahraga bernama Ken Carter (Samuel L. Jackson) menerima tawaran untuk melatih tim basket di SMA Richmond. Carter menjadi sosok yang kontroversial di mata para murid karena caranya melatih. Rupanya, Carter memiliki tujuan yang lebih mulia daripada sekadar melatih basket. (*/msl)