Seorang bankir bernama Andy Dufresne divonis hukuman penjara atas tuduhan pembunuhan yang tidak pernah dilakukannya. Namun, kehadiran Andy di dalam penjara, justru menjadi “juru-harapan” bagi kawan-kawan narapidana, terutama Red, yang tanpa disadarinya telah banyak membantu Andy kabur dari penjara.

Cinestro – DIANGKAT dari novel drama-kriminal karya Stephen King, inilah The Shawshank Redemption. Meski tak mendapat satu Oscar pun dari 7 nominasi yang diperoleh, film ini mendapat skor tertinggi IMDb, yakni 9.3. King menjual hak bukunya US$ 1.000 saja kepada Frank Darabont—yang juga menggarap The Green Mile.

Frank yang antusias, menyelesaikan naskah film tentang kehidupan dalam penjara ini dalam 8 minggu. Ia tidak salah memilih Tim Robbins dan Morgan Freeman untuk memerankan bromance Andy Dufrense dan Red.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil, sehingga kamu enggak punya alasan untuk melewatkan, setidaknya sekali seumur hidup. Berikut 10 pelajaran berharga dari film paling inspiratif, The Shawshank Redemption!

1. Membaur dalam komunitas, seakan kau bagian dari mereka.

Pada tahun 1947, Andy Dufresne secara keliru divonis hukuman penjara dua kali seumur hidup atas tuduhan pembunuhan isteri dan pria selingkuhannya. Di depan kawan-kawan narapidana, Andy memposisikan dirinya sebagai kriminal, sebagai pendosa—meskipun ia datang bukan untuk memikul dosanya. Lagipula, “Semua orang di sini tidak bersalah,” katanya.

Andy adalah seorang bankir sekaligus pria baik-baik, tapi itu bukan hal yang layak dibanggakan di Shawshank—selain takkan sempat membanggakannya. Beradaptasi dengan tradisi setempat adalah cara terbaik untuk bertahan. Pada akhirnya mereka yang akan menilai sendiri apakah kau memang cukup mengagumkan.

2. Berusahalah untuk memelihara harapan, sekalipun harus melakukannya dengan sangat keras.

Andy adalah pria yang jujur, cemerlang, lurus seperti anak panah. Hingga mimpi buruk menyeretnya ke dalam bui, Andy kini tak lebih dikenal kecuali sebagai bajingan di Shawshank. Seorang napi tewas di malam pertama penjara sadis itu. Andy bahkan menjadi santapan geng homo The Sister yang dipimpin Boggs Diamond.

Tembok Shawshank yang kaku dan mengerikan itu, dibangun dengan batu untuk membunuh kemerdekaan penghuninya. Namun tidak satu hal. “Ada sesuatu yang lebih keras dari tembok batu, harta paling berharga dalam dirimu. Sesuatu yang tidak bisa mereka renggut, bahkan tidak bisa mereka sentuh. Itulah harapan.”

Hanya semilir harapan yang membuat Andy sanggup bertahan. Hal yang barangkali tidak banyak disadari orang. Sekalipun Red, sobatnya, “Harapan itu berbahaya, sesuatu yang bisa bikin orang hilang akal.” Tapi Andy berhasil membuktikannya belakangan. “Ingat Red, harapan itu baik. Mungkin hal terbaik.”

3. Lakukan apa yang kau yakini, dan yakinlah dengan apa yang kau lakukan.

Selama menjadi warga binaan, Andy justru disegani. Sebagai laki-laki terpelajar, Andy menggunakan kecerdasannya untuk tindakan-tindakan strategis. Mulai dari mengurus keuangan dan pajak petugas penjara, membangun perpustakaan, mengajar, menggalang dana, hingga memperoleh bir gratis untuk teman-temannya.

Dalam kesempatan yang lain, Andy memutar lagu Marriage of Figaro karya Mozart melalui pengeras suara ke seluruh penjara. Tujuannya untuk mengumandangkan gema harapan. Andy selalu tahu dan yakin dengan apa yang sedang dilakukannya. Konon adegan ini ide Tim Robbins sendiri. Keren!

4. Berkawanlah dengan semua orang, tetapi percayalah pada sedikit orang saja.

Warden Norton memberikan kesan yang baik dengan atribut keagamaannya, di awal pertemuan kepala penjara itu dengan Andy. Namun belakangan Andy tahu dirinya tengah dikhianati, bukan hanya lantaran ayat-ayat kitab suci yang Norton gunakan untuk memoles citra diri.

Lebih dari pada itu, menyangkut urusan pribadi. Karena merasa dianggap teman, Andy dengan senang hati membantu Norton melakukan pencucian uang. Namun ketika Norton mendapat informasi bahwa Andy tidak bersalah, alih-alih meninjau kasusnya kembali, Norton justru membunuh saksi kunci. Sontak saja Andy kecewa—kemudian murka.

5. Seseorang yang tampak teraniaya tidak selemah kelihatannya, seringkali malah berbahaya.

Tidak arif menganggap remeh orang lain. Seorang bankir yang frustasi karena harus mendekam di lapas untuk kejahatan yang tidak pernah ia lakukan, diramalkan mati pada malam pertama menginap di hotel prodeo. Faktanya, Andy justru menjadi orang berpengaruh yang disegani kawan-kawan napi, sipir, hingga kepala penjara.

Sayangnya, sebagian orang kadang harus dipaksa untuk menyadarinya. Nasib Boggs si pemerkosa berakhir tragis setelah disiksa secara keji oleh kepala sipir. Lantas, Norton si korup pun nasibnya tak lebih baik, ia bunuh diri dengan menodongkan pistol ke mulut, sebelum petugas berwenang sempat menangkapnya.

6. Mereka yang telah lama tanggal dalam belenggu, takkan sanggup bertahan hidup di lepas belenggu.

Orang yang sudah lama dipenjara akan terbiasa dengan kehidupan penjara, bahkan tak sanggup hidup selain di penjara. Inilah yang terjadi pada Brooks Hatlen, napi tua yang sudah 50 tahun tinggal di Shawshank. Menjelang habis masa tahanan, Brooks mencoba membunuh seorang napi hanya agar bisa tetap tinggal di bui.

Upaya itu berhasil digagalkan Andy. Namun alih-alih gembira menghirup udara bebas, Brooks justru teralienasi. Dunia luar tak lagi sama dengan apa yang diingatnya 50 tahun silam. Brooks menulis surat untuk kawan-kawannya di Shawshank, sebelum nekat mengakhiri hidupnya. Hal yang sangat disayangkan oleh Red. “That’s institutionalized,” katanya berteori.

Di balik seseorang yang tampak baik-baik saja, terdapat jiwa yang tertekan, terasing, dan kesepian. Barangkali itulah yang kita lihat dari tokoh Brooks. Namun apabila kita melihat lebih jeli, ada pelajaran lain yang tersirat di sana. Apa yang terjadi pada Brooks merupakan gambaran dilema manusia dalam dosa.

Manusia di satu sisi selalu memiliki kerinduan untuk bertobat, ketika di sisi lain kebiasaan lama kerap menariknya pada jeruji maksiat yang kadung menjadi zona nyamannya.

7. Pengorbanan, penebusan, pengampunan, serta harapan yang Tuhan karuniakan bagi manusia sungguh tak ternilai harganya.

Disadari atau tidak, The Shawshank Redemption memiliki muatan pesan yang amat religius. Dari sudut pandang tertentu, film ini tampak seperti alegori penebusan Kristus atas manusia berdosa, di mana Andy merupakan figur Kristus, sedangkan Red dan para narapidana sebagai manusia berdosa itu.

Dalam setiap “mujizat” yang Andy lakukan bagi para napi di Shawshank, ia menghadirkan penebusan melalui pengharapan. Menghilangnya Andy dari selnya mirip dengan momen ketika tidak ditemukannya Tuhan Yesus di kubur-Nya. Peristiwa lolosnya Andy dari Shawshank pun sangat menyerupai kematian dan kebangkitan Yesus.

Film yang menjadikan suara gahar namun dalam khas Morgan Freeman sebagai tokoh Red sekaligus narator dalam meriwayatkan Andy Dufresne—yang kedatangannya ke Shawshank menjadi juru-harapan bagi seluruh penghuni penjara—tak ubahnya romantisme manusia berdosa dengan Tuhannya.

8. Ampuni semua orang, sekalipun dosa mereka kepadamu tak termaafkan.

Andy mengampuni isteri dan simpanannya, pembunuh mereka yang sebenarnya, para penegak hukum yang lalai menangkapnya, Bogs yang melecehkannya seperti anjing, serta Warden yang memanfaatkannya. Kini Andy punya lebih banyak waktu, tenaga, dan pikiran untuk merangkai masa depan yang lebih cemerlang.

9. Selalu lakukan hal benar sebisa yang kau lakukan, sekalipun nyaris tak memungkinkan.

Memelihara harapan adalah hal paling benar dan paling mendasar yang bisa kita lakukan. Dalam cuplikan film dikatakan, butuh 300 tahun untuk membobol tembok penjara dengan sebuah palu kecil, tetapi Andy berhasil melakukannya kurang dari 20 tahun. Apalagi kalau bukan karena dorongan bernama harapan.

10. Berusahalah untuk menjadi orang yang serbatahu: tahu diri; tahu balas budi.

Film ini boleh dibuka dengan nasib nahas Andy yang sudah jatuh tertimpa tangga pula. Namun dapat ditutup dengan penebusan yang setimpal di akhir cerita. Sebagai orang yang mengenang budi, Andy tidak melupakan Red, kawannya yang sangat berjasa selama di Shawshank. Keduanya bertemu kembali di suatu tempat yang mereka janjikan, Zihuatanejo. (*/msl)