10 Film Terbaik Sepanjang Masa dari The Shawshank Redemption, The Godfather, hingga Reservoir Dogs — 13 Februari 2020

10 Film Terbaik Sepanjang Masa dari The Shawshank Redemption, The Godfather, hingga Reservoir Dogs

1. The Shawshank Redemption (1994/9.3)

Seorang bankir bernama Andy Dufresne (Tim Robbins) divonis hukuman penjara atas tuduhan pembunuhan yang tak pernah dilakukannya. Namun, kehadirannya di penjara justru menjadi “juru-harapan” bagi kawan-kawan narapidana, terutama Red (Morgan Freeman) yang tanpa disadarinya telah banyak membantu Andy kabur dari penjara.

Diangkat dari novel karya Stephen King, The Shawshank Redemption menjadi film terbaik sepanjang masa. King menjual hak bukunya US$ 1.000 kepada Frank Darabont—yang juga menggarap The Green Mile. Meski tak mendapat satu Oscar pun dari tujuh nominasi yang diperoleh, film ini mendapat rating tertinggi IMDb, 9.3.

2. The Godfather (1972/9.2)

The Godfather adalah film drama-kriminal yang diangkat dari novel berjudul sama karya Mario Puzo, arahan sutradara Francis Ford Coppola. Ber-setting tahun 1940-an, mengisahkan keluarga mafia Amerika-Italia pimpinan Don Vito Corleone (Marlon Brando) yang disegani dan kerap didatangi orang-orang untuk dimintai bantuan.

Bisnis Don Corleone yang selama ini berjalan baik, mulai terganggu ketika Sollozzo yang didukung kelompok mafia Tattaglia, salah satu dari lima dinasti mafia berpengaruh di Amerika sekaligus saingan Corleone, mengajaknya bekerja sama dalam bisnis narkotika, namun Corleone menolaknya.

3. The Godfather Part II (1974/9.0)

Sekuel dari The Godfather (1972) ini berfokus pada Michael Corleone (Al Pacino) yang mewarisi tampuk kepemimpinan keluarga mafia Corleone dalam usahanya memperluas ekspansi bisnis hingga Nevada, tahun 1950-an. Pada bagian lain, film ini juga mengisahkan alur mundur bagaimana sang ayah, Vito Andolini Corleone (Robert De Niro) dahulu memulai bisnisnya di New York.

Don Vito Corleone hanyalah karakter rekaan, namun penciptaannya terilhami tokoh-tokoh mafia besar di New York, seperti Don Carlo Gambino (yang betul-betul dipanggil sebagai Godfather di dunia nyata), Frank ‘The Prime Minister’ Costello, Don Vito Genovese, dan Giuseppe ‘Joe’ Profaci, yang pernah berjaya di masanya.

4. Pulp Fiction (1994/8.9)

Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnifield (Samuel L. Jackson) adalah para pembunuh bayaran yang bekerja untuk Marsellus (Ving Rhames). Mereka tengah mencari petinju bernama Butch (Bruce Willis). Sebelumnya Butch dibayar untuk kalah dalam pertandingan, namun ia tetap memenangkan pertandingan dan mengambil uangnya.

Di tengah cerita, Vincent menghadapi Butch seorang diri tanpa ditemani Jules, yang berakhir dengan kematian Vincent di tangan Butch. Namun Butch kemudian tertangkap oleh Marsellus. Sialnya, mereka bertemu penjahat lain yang menyandera keduanya. Setelah Butch berhasil membunuh penjahat tersebut, Marsellus pun akhirnya melepas Butch.

Alur cerita kembali ke scene awal saat Vincent dan Jules masih bersama dan berada di sebuah restoran yang tengah kedatangan dua orang perampok, yakni Pumpkin (Tim Roth) dan Honey Bunny (Amanda Plummer). Jules yang hendak pensiun dari dunia kriminal, memberikan dompet pada Pumpkin yang menodongnya.

5. The Usual Suspects (1995/8.6)

The Usual Suspects menceritakan lima orang kriminal dari latar belakang berbeda, yaitu Michael McManus (Stephen Baldwin), Dean Keaton (Gabriel Byrne), Fred Fenster (Benicio del Toro), Todd Hockney (Kevin Pollack) dan Roger ‘Verbal’ Kint (Kevin Spacey). Mereka sepakat bekerja sama untuk melakukan suatu misi perampokan.

Mereka dipertemukan di sebuah penjara saat polisi menangkap dan mencurigai kelimanya sebagai dalang pembajakan sebuah truk. Setelah mendekam beberapa waktu dan menjalani pemeriksaan, mereka akhirnya dilepaskan karena tak seorang pun yang terbukti melakukan pembajakan tersebut.

Kelima kriminal yang tengah geram lantas merancang sebuah misi perampokan. Setelah aksi tersebut berhasil, kawanan Keaton kali ini mendapat misi dari seorang misterius bernama Keyser Soze untuk membajak sebuah kapal bermuatan heroin. Rupanya sosok Keyser Soze menjadi twist ending film ini. Siapakah dia?

6. Reservoir Dogs (1992/8.3)

Reservoir Dogs menceritakan tentang perampokan berlian yang direncakan oleh Joe Cabot (Lawrence Tierney) dengan melibatkan enam pria asing yang tak mengenal satu sama lain, yaitu Mr. White, Mr. Orange, Mr. Blonde, Mr. Pink, Mr. Blue, dan Mr. Brown—berturut-turut diperankan Harvey Keitel, Tim Roth, Michael Madsen, Eddie Bunker, Steve Buscemi, dan Quentin Tarantino.

Rupanya perampokan tersebut tidak berjalan lancar setelah diketahui salah satu dari kawanan tersebut adalah polisi yang sedang menyamar. Mereka pun terjebak dalam situasi pelik, karena harus mengetahui siapa di antara mereka yang bisa dipercaya dan tidak, sekaligus bagaimana mereka meyakinkan dirinya untuk dapat dipercaya oleh rekan-rekannya yang lain.

7. Fight Club (1999/8.8)

Seorang staf karyawan (Edward Norton) tengah jenuh dengan pekerjaannya. Ia kemudian bertemu seorang sales sabun bernama Tyler Durden (Brad Pitt) dalam sebuah perjalanan di dalam pesawat. Mereka sepakat membuat kekacauan, klub perkelahian, dan pabrik sabun ilegal, atau—mischief, mayhem, soap!

8. Seven (1995/8.6)

David Mills (Brad Pitt) dan William Somerset (Morgan Freeman) adalah dua orang detektif—muda dan veteran—yang tengah memburu seorang pembunuh berantai yang bertindak tanpa dilatarbelakangi motif tertentu, kecuali satu-satunya benang merah mengarah pada Tujuh Dosa Mematikan (Seven Deadly Sins).

Hal tersebut diketahui sejak penyidikan korban pertama dan kedua. Korban pertama tewas setelah dipaksa makan hingga perutnya meledak, sebagai simbol dari kerakusan (gluttony). Sedangkan korban kedua adalah seorang jaksa, simbol dari ketamakan (greed). Hingga korban ketiga, merupakan simbol dari kemalasan (sloth).

Mills dan Somerset pun berpacu dengan waktu untuk mencegah empat pembunuhan berikutnya. Alih-alih berhasil menangkap pelaku yang belakangan diketahui sebagai John Doe (Kevin Spacey), Mills dan Somerset justru gagal mencegah dua pembunuhan lainnya berkaitan dengan kebirahian (lust) dan keangkuhan (pride).

Sebelum sempat menuntaskan dua pembunuhan berikutnya, yaitu kemarahan (wrath) dan kedengkian (envy), Doe memilih menyerahkan diri pada Mills dan memberi tahu lokasi di mana dua pembunuhan terakhir akan dilakukan. Rupanya hal tersebut menjadi twist ending yang menggenapi seluruh rangkaian Seven Deadly Sins.

9. Goodfellas (1990/8.7)

Goodfellas mengisahkan Henry Hill (Ray Liotta) yang meninggalkan bangku sekolah demi bergabung dengan kelompok mafia Lucchese, atas ajakan Paulie (Paul Sorvino). Keputusan Henry mengantarkannya pada persahabatan dengan Jimmy Conway (Robert De Niro) dan Tommy DeVito (Joe Pesci).

Ketiganya merupakan kelompok gangster yang melakukan aksi perampokan dan kejahatan kecil. Namun bersama-sama mereka menapaki hierarki mafia yang lebih tinggi. Film ini mengisahkan konflik yang dialami Henry Hill dan kawan-kawannya di dunia mafia, selama periode 1955-1980.

10. Scarface (1983/8.3)

Scarface mengisahkan perjalanan hidup Tony Montana (Al Pacino) dari seorang imigran Kuba yang tinggal di kamp pengungsian, hingga sukses membangun bisnis narkotika di Miami, Florida. Tony bersama kawannya, Manny Ribera (Steven Bauer) harus mengalami kehidupan sulit di masa-masa awal tinggal di Miami, tahun 1980-an.

Tony dan Manny harus mengikuti perintah seorang pemimpin mafia untuk bisa tetap tinggal di Miami, mulai dari perintah membunuh hingga melakukan transaksi kokain dengan kartel Kolombia yang berakhir buruk, setelah Tony melarikan kokain tersebut beserta uangnya. Kelak, Tony menjadi pemimpin mafia yang disegani. (*/msl)

8 Film dengan Cerita Orisinal Terbaik dari Pulp Fiction, Fargo, hingga Her —

8 Film dengan Cerita Orisinal Terbaik dari Pulp Fiction, Fargo, hingga Her

CERITA orisinal di sini bukan blas enggak mirip dengan film lain sama sekali, ya. Bila melihat film-film yang lebih lawas, akan dipahami kalau mereka adalah pelopor skenario baru di jamannya sebelum kemudian menginspirasi film-film modern dan memodifikasinya sebagai karya orisinal baru yang lebih segar.

Karenanya, Academy Award selalu dapat menemukan jawara Skenario Asli Terbaik (Best Original Screenplay) setiap jamannya sejak 1940-an. Sehingga telah banyak film yang memiliki skenario orisinal dengan pertimbangan premis, plot, kualitas, serta faktor pendukung lainnya. Berikut sebagian film favoritku yang dapat kusenaraikan.

1. Pulp Fiction (1994/8.9)

Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnifield (Samuel L. Jackson) adalah para pembunuh bayaran yang bekerja untuk pemimpin mafia, Marsellus (Ving Rhames). Mereka tengah memburu Butch (Bruce Willis), petinju yang dibayar untuk kalah namun tetap memenangkan pertandingan dan mengambil uangnya.

Di tengah cerita, Vincent terlibat hubungan dengan Mia (Uma Thurman), isteri Marsellus, sebelum kemudian tewas ditembak Butch. Hingga menjelang akhir cerita, scene kembali ke awal saat Vincent dan Jules berada di suatu restoran yang tengah kedatangan pasangan perampok, Pumpkin (Tim Roth) dan Honey Bunny (Amanda Plummer).

Plot yang mungkin terdengar biasa-biasa saja. Namun, orisinalitas khas Tarantino terletak pada ide skenarionya yang berjalan acak dan non-linear layaknya puzzle berserakan (khususnya mengenai kematian Vincent), di samping adegan-adegan yang terkesan konyol dan serampangan, namun sebenarnya begitu ciamik dan jenius, lho.

2. The Usual Suspects (1995/8.6)

The Usual Suspects menceritakan lima orang kriminal dari latar belakang berbeda, yaitu Michael McManus (Stephen Baldwin), Dean Keaton (Gabriel Byrne), Fred Fenster (Benicio del Toro), Todd Hockney (Kevin Pollack) dan Roger “Verbal” Kint (Kevin Spacey). Mereka sepakat bekerja sama untuk melakukan suatu misi perampokan.

Mereka dipertemukan di sebuah penjara saat polisi menangkap dan mencurigai kelimanya sebagai dalang pembajakan sebuah truk. Namun, setelah mendekam beberapa waktu dan menjalani pemeriksaan, mereka akhirnya dilepaskan karena tak seorang pun dari mereka yang terbukti melakukan pembajakan tersebut.

Kelima kriminal ini geram dengan oknum polisi korup yang telah mempermalukan mereka. Atas dasar ini mereka merancang sebuah misi perampokan. Setelah perampokan yang menggemparkan itu, kawanan Keaton kali ini mendapat misi dari orang misterius bernama Keyser Soze untuk membajak sebuah kapal bermuatan heroin. Soze rupanya adalah salah satu dari lima orang tadi.

3. Fargo (1996/8.1)

Jerry Lundegaard (William H. Macy) adalah seorang sales yang tinggal bersama istrinya, Jean (Kristin Rudrüd) di sebuah kota kecil bernama Fargo. Kondisi keuangan yang kian memburuk membuat Jerry tak lagi mampu berpikir jernih dalam mencari solusi. Ia nekat menculik istrinya sendiri untuk mendapat uang tebusan dari mertua.

Jerry menyewa dua orang penjahat, Carl (Steve Buscemi) dan Gaear (Peter Stormare). Sayangnya, aksi mereka tak berjalan mulus karena tak sengaja membunuh dua orang tak berdosa. Kejahatan mereka tercium seorang polisi, Marge Gunderson (Frances McDormand). Masalah besar pun kini mengintai Jerry dan anak buahnya yang tolol.

4. Good Will Hunting (1997/8.3)

Will Hunting (Matt Damon) adalah remaja yatim piatu yang luar biasa cerdas. Ia senang membaca buku dan mempelajari banyak hal secara otodidak. Baginya, untuk menjadi pandai tidak harus belajar di sekolah formal. Hanya dengan berkunjung ke perpustakaan, misalnya, orang bisa memperoleh ilmu baru.

Kecerdasan Will dapat dibuktikan ketika ia mengerjakan soal Matematika yang tertera di dinding lorong kampus tempatnya bekerja sebagai cleaning service. Soal tersebut dibuat oleh Prof. Gerald Lambeau (Stellan Skarsgård) yang ditujukan kepada para mahasiswa, tetapi tak seorang pun mampu menyelesaikannya kecuali Will.

Suatu ketika, Will terlibat perkelahian dan membuatnya dipenjara. Prof. Lambeau yang tak ingin menyia-nyiakan kecerdasan Will, datang untuk membantu, namun dengan beberapa syarat. Will harus mengikuti les dan sesi konseling bersama Sean Maguire (Robbin William), psikolog baik hati yang mengubah hidup Will selamanya.

5. Get Out (2017/7.7)

Chris Washington (Daniel Kaluuya) adalah laki-laki kulit hitam yang terpaksa menyetujui keinginan kekasihnya yang kulit putih, Rose Armitage (Allison Williams) untuk mengunjungi keluarganya di desa. Selama berada di rumah keluarga Armitage, Chris mengalami banyak kejadian aneh dan mengganggu pikirannya.

Salah satunya perjumpaan Chris dengan Logan, laki-laki sesama kulit hitam yang dikenalnya sebagai Andre. Ketika Chris memotret Logan secara diam-diam, rupanya blitz ponsel Chris menyala, dan membuat Logan melakukan reaksi yang tak terduga. Ia menjadi histeris dan dengan putus asa meneriaki Chris, “Get out!”

Keluarga Armitage rupanya adalah perkumpulan ilegal yang sedang melakukan transplantasi otak dari para lansia kulit putih ke dalam tubuh orang kulit hitam yang masih muda, atau mereka sebut metode keabadian semu. Namun pada kasus Chris, “raganya” dikorbankan untuk “diisi” jiwa (otak) orang buta agar dapat kembali melihat.

6. Citizen Kane (1941/8.4)

Citizen Kane adalah sebuah film yang diangkat berdasarkan kehidupan para pengusaha terkenal, antara lain William Randolph Hearst, Howard Hughes, dan Samuel Insull yang dimanifestasikan dalam karakter Charles Foster Kane (diperankan Orson Welles) sang pengusaha media, pertambangan, dan properti.

Charles dikisahkan berasal dari keluarga yang sederhana. Ibunya, Mary Kane, memiliki pondok. Kehidupan Charles berubah saat seorang penyewa pondok meninggalkan sebuah surat berharga serta terowongan terbengkalai untuk ibunya. Rupanya terowongan tersebut merupakan sebuah tambang emas yang terletak di Colorado.

Di antara banyak unit usaha yang dimiliki, Charles menaruh minat khusus pada bisnis surat kabar The New York Enquirer yang berkembang menjadi perusahaan media terbesar. Hingga di puncak popularitasnya, Charles mencoba peruntungan di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai presiden AS.

7. Chinatown (1974/8.2)

Jake Gittes (Jack Nicholson) adalah seorang detektif swasta yang tengah menyelidiki dugaan perselingkuhan yang dilakukan seorang pejabat bernama Hollis Mulwray (Darrel Zwerling) atas permintaan Nyonya Mulwray, istrinya sendiri. Jake berhasil mengungkap perselingkuhan Hollis dan memfotonya sebagai bukti.

Saat foto-foto perselingkuhan Hollis muncul di surat kabar, Evelyn Mulwray (Faye Dunaway) mendatangi kantor Gittes dan berencana akan melayangkan gugatan kepada Gittes atas berita skandal suaminya. Rupanya, Jake telah dibohongi wanita sebelumnya yang mengaku sebagai Nyonya Mulwray.

10. Her (2013/8.0)

Theodore (Joaquin Phoenix) baru saja berpisah ranjang dengan Catherine (Rooney Mara). Ia membeli sebuah program Kecerdasan Buatan (AI) yang dapat berinteraksi langsung dengan manusia untuk mengatasi kesepiannya. Program tersebut berbicara dengan suara perempuan dan bernama Samantha (Scarlett Johansson).

Theodore mulai menjalin hubungan dengan Samantha, mereka berbicara mengenai cinta, kehidupan, dan Amy (Amy Adams). Saat hendak menandatangani surat cerai, Theodore mengaku pada Catherine bahwa ia berpacaran dengan Samantha. Catherine mencoba mengatakan Theodore tak bisa memacari sebuah sistem operasi.

Suatu malam giliran Samantha mengakui perasaannya pada Theodore. Theodore bertanya apakah Samantha berinteraksi dengan orang lain. Secara mengejutkan Samantha mengaku telah berbicara dengan 8.316 orang dan ia jatuh cinta dengan 641 di antaranya. Film ini berakhir dengan adegan Theodore duduk berdua dengan Amy. (*/msl)

10 Film Mafia Terbaik dari The Godfather, Goodfellas, hingga The Irishman —

10 Film Mafia Terbaik dari The Godfather, Goodfellas, hingga The Irishman

Cinestro – BICARA tentang film mafia, agaknya tidak lepas dari sejumlah nama aktor kawakan macam Alfredo James ‘Al’ Pacino, Robert De Niro, dan Marlon Brando. Ketiganya dikenal kerap memerankan tokoh mafia dalam film-film legendaris, seperti The Godfather, Scarface, Goodfellas, Carlito’s Way, dan The Unctouchables.

Sepanjang kariernya, Al Pacino telah bermain dalam banyak film kriminal, termasuk trilogi The Godfather, Carlito’s Way, Insomnia, The Insider (Russel Crowe), Serpico, serta Donnie Brasco. Sementara rekannya, Robert De Niro, telah tampil dalam beberapa judul film seperti Goodfellas, The Godfather Part II, Casino, Raging Bull, Heat, Joker (Joaquin Phoenix) dan The Untouchables.

Demikian pula nama-nama sutradara besar yang telah melahirkan film-film mafia berkualitas sejak era 1970-an, sebut saja Martin Scorsese, Francis Ford Coppola, dan Brian De Palma. Scorsese sendiri kembali membuat film mafia berjudul The Irishman (2019) yang kembali mempertemukan “duo mafia” Al Pacino-De Niro.

Berikut 10 rekomendasi film terbaik yang mengangkat tema kehidupan/dunia mafia (gangster) yang wajib kamu tonton, beserta sinopsis dan ulasan lengkapnya. Enam di antaranya diadaptasi dari kisah nyata, antara lain Goodfellas, American Gangster, Legend, The Untouchables, The Irishman, dan Fonzo!

1. The Godfather (1972/9.2)

The Godfather adalah film drama-kriminal yang diangkat dari novel berjudul sama karya Mario Puzo, arahan sutradara Francis Ford Coppola. Ber-setting tahun 1940-an, mengisahkan keluarga mafia Amerika-Italia pimpinan Don Vito Corleone (Marlon Brando) yang disegani dan kerap didatangi orang-orang untuk dimintai bantuan.

Bisnis Don Corleone yang selama ini berjalan baik, mulai terganggu ketika Sollozzo yang didukung kelompok mafia Tattaglia, salah satu dari lima dinasti mafia berpengaruh di Amerika sekaligus saingan Corleone, mengajaknya bekerja sama dalam bisnis narkotika, namun Corleone menolaknya.

Untuk meredam aksi balas dendam tak berujung antar-kelompok mafia, Don Corleone memutuskan mundur dari dunia mafia. Kisah menjadi semakin pelik dan menarik ketika putra bungsu, Michael Corleone (Al Pacino) mulai bergerak untuk mengembalikan kejayaan keluarga Corleone, dan menjadi Godfather.

2. The Godfather Part II (1974/9.0)

Sekuel dari The Godfather (1972) ini berfokus pada Michael Corleone (Al Pacino) yang mewarisi tampuk kepemimpinan keluarga mafia Corleone dalam usahanya memperluas ekspansi bisnis hingga Nevada, 1950-an. Pada bagian lain, film ini juga mengisahkan alur mundur bagaimana sang ayah, Vito Andolini Corleone (Robert De Niro) dahulu memulai bisnisnya di New York.

Don Vito Corleone memang hanya karakter rekaan, namun penciptaannya terilhami tokoh-tokoh mafia besar di New York, seperti Don Carlo Gambino (yang betul-betul dipanggil sebagai Godfather di dunia nyata), Frank ‘The Prime Minister’ Costello, Don Vito Genovese, serta Giuseppe ‘Joe’ Profaci.

De Niro sendiri awalnya mengikuti audisi untuk peran Michael dan Sonny Corleone, anak-anak Don Corleone. Namun Coppola memilihnya untuk memerankan Don Corleone muda dalam sekuel The Godfather Part II. Tak pelak, film ini berhasil mendulang 6 dari 11 nominasi Oscar, antara lain Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Aktor Pendukung Terbaik untuk Robert De Niro.

3. Scarface (1983/8.3)

Scarface mengisahkan perjalanan hidup Tony Montana (Al Pacino) dari seorang imigran Kuba yang tinggal di kamp pengungsian, hingga sukses membangun bisnis narkotika di Miami, Florida. Tony bersama kawannya, Manny Ribera (Steven Bauer) harus mengalami kehidupan sulit di masa-masa awal tinggal di Miami, tahun 1980-an.

Tony dan Manny harus mengikuti perintah seorang pemimpin mafia untuk bisa tetap tinggal di Miami, mulai dari perintah membunuh hingga melakukan transaksi kokain dengan kartel Kolombia yang berakhir buruk, karena Tony melarikan kokain beserta uangnya. Namun kelak, Tony menjadi pemimpin mafia yang disegani.

Scarface merupakan film garapan sutradara Brian De Palma yang juga mengerjakan Carlito’s Way (kembali berkolaborasi dengan Al Pacino), The Untouchables (Robert De Niro) dan Mission: Impossible, bersama penulis skenario Oliver Stone, yang telah melahirkan film-film biopik seperti JFK, Nixon, dan The Doors.

Scarface sendiri adalah remake dari film tahun 1932. Al Pacino mendesak De Palma untuk memerankan karakter Tony Montana setelah De Niro menolak tawaran yang diberikan padanya. Sedangkan kata Scarface diketahui merupakan julukan sosok mafia legendaris Amerika-Italia, Al Capone.

4. Goodfellas (1990/8.7)

Goodfellas mengisahkan Henry Hill (Ray Liotta) yang meninggalkan bangku sekolah demi bergabung dengan kelompok mafia Lucchese, atas ajakan Paulie (Paul Sorvino). Keputusan Henry mengantarkannya pada persahabatan dengan Jimmy Conway (Robert De Niro) dan Tommy DeVito (Joe Pesci).

Ketiganya merupakan kelompok gangster yang melakukan aksi perampokan dan kejahatan kecil. Namun bersama-sama mereka menapaki hierarki mafia yang lebih tinggi. Film ini mengisahkan konflik yang dialami Henry Hill dan kawan-kawannya di dunia mafia, selama periode 1955-1980.

Goodfellas diadaptasi dari novel true story, Wiseguy (1985) karya penulis Amerika-Italia, Nicholas Pileggi, yang juga bertindak sebagai penulis skenario. For your info, novelnya yang lain berjudul Casino (1995) juga diangkat menjadi film yang dibintangi De Niro—aktor yang banyak melakukan kolaborasi dengan sutradara Martin Scorsese, hingga 9 judul film, termasuk Goodfellas, Casino, dan The Irishman.

5. American Gangster (2007/7.8)

Masih tentang film biografi mafia. Kali ini American Gangster yang mengisahkan kehidupan Frank Lucas (Denzel Washington, Men on Fire [2004]) seorang Black American Godfather yang disegani di Harlem, New York, tahun 1970-an. Mulanya Frank hanyalah sopir pribadi raja narkotika, Elisworth ‘Bumpy’ Johnson.

Sepeninggal Bumpy, Frank membangun bisnisnya sendiri dan berhasil berkembang melebihi kesuksesan bosnya dahulu. Frank mengkreasikan sendiri heroin Blue Magic dan membandrolnya dengan harga murah, karena ia menyiasatinya dengan memutus jalur distribusi dari Vietnam. Film arahan Ridley Scott ini turut dibintangi aktor Russel Crowe (L.A. Confidential, The Insider) dan Chiwetel Ejiofor.

American Gangster sendiri merupakan kisah perjalanan karir mafia Frank Lucas berdasarkan American Gangster: And Other Tales of New York (The Return of Superfly, 2007) karya Mark Jacobson. Film ini digarap Ridley Scott yang bertindak sebagai sutradara sekaligus produser, didampingi Nicholas Pillegi (Goodfellas, Casino, City Hall).

6. Carlito’s Way (1993/7.9)

Carlito’s Way mengisahkan Carlito Brigante (Al Pacino), eks narapidana mafia Puerto Rico yang memutuskan untuk menjalani kehidupan tenang sebagai pengusaha mobil. Namun keadaan tak memberinya banyak jalan. David Kleinfeld (Sean Penn) sahabat sekaligus pengacaranya, kembali membawa Carlito ke jalan mafia yang berbahaya, sebelum kelak menguasai seluruh kota New York.

Film Carlito’s Way diangkat dari novel Carlito’s Way (1975) dan After Hours (1979) karya penulis sekaligus hakim Puerto Rico, Edwin Torres. Seperti telah disinggung di atas, Carlito’s Way merupakan film kolaborasi Brian De Palma dan Al Pacino setelah Scarface (1983).

7. Legend (2015/7.0)

Legend merupakan film yang meriwayatkan masa kejayaaan Kray Bersaudara sebagai mafia paling disegani di Inggris hingga keruntuhan mereka. Film yang ditulis dan disutradarai Brian Heigeland ini diadaptasi dari buku The Profession of Violence. Dalam film ini, Tom Hardy memerankan kembar Ronnie dan Reggie Kray sekaligus.

Heigeland sendiri dikenal sebagai sineas bertangan dingin, khususnya sebagai penulis skenario, yang telah melahirkan film-film thriller-kriminal seperti L.A. Confidential, Men on Fire, dan Mystic River. Selain itu, film ini turut menampilkan aktris cantik Emily Browning yang berperan sebagai Frances Shea, istri Reggie.

8. The Untouchables (1987/7.9)

The Untouchables merupakan film mafia terbaik lainnya yang disutradarai Brian De Palma yang diadaptasi dari buku autobiografi berjudul sama karya Oscar Fraley dan Eliot Ness dalam usaha mereka memburu Al Capone, pada masa pelarangan peredaran minuman keras di Chicago, awal tahun 1930-an.

Dikisahkan, Eliot Ness (Kevin Costner) seorang agen pemerintah, ditugaskan untuk menangkap Al Capone (Robert De Niro). Namun upayanya terhambat lantaran banyak polisi korup di Chicago. Atas saran seorang polisi senior, Jim Malone (Sean Connery), Ness merekrut anggota dari akademi polisi yang belum terpapar mafia untuk membantunya.

9. The Irishman (2019/7.8)

Dua aktor legenda Al Pacino dan Robert De Niro kembali bermain dalam satu film berjudul The Irishman arahan Martin Scorsese, yang diangkat dari novel kisah nyata, I Heard You Paint Houses (2003) karya Charles Brandt. Sebelumnya, Al Pacino dan De Niro sempat beradu peran dalam Heat (1995) dan Righteous Kill (2008).

The Irishman yang ditayangkan di Netflix, berkisah tentang seorang pembunuh bayaran bernama Frank Sheeran (De Niro) yang dikenal dengan julukan The Irishman. Ia mendapat tugas dari seorang mafia, Russel Bufalino (Joe Pesci) untuk membunuh tokoh serikat buruh, Jimmy Hoffa (Al Pacino).

The Irishman menjadi film ke-9 kolaborasi Scorsese dengan De Niro. Sedangkan bagi Al Pacino, film ini merupakan pertama kali dirinya bekerja sama dengan sutradara Goodfellas tersebut. Tak hanya Al Pacino dan De Niro, The Irishman menjadi projek “reuni mafia” yang turut menghadirkan Joe Pesci (aktor Goodfellas, Casino, Raging Bull, Once Upon A Time In America, Men on Fire [1987] dan JFK).

10. Capone (2020/4.7)

Setelah perannya sebagai Ronnie dan Reggie Kray dalam Legend, Tom Hardy kembali bermain dalam film mafia. Kali ini ia berperan sebagai Alphonse Gabriel Al Capone dalam film terbaru Fonzo yang diangkat dari buku biografi berjudul sama. Film ini bercerita tentang hari hari terakhir sang mafia legendaris tersebut.

Semasa hidupnya, Al Capone merupakan sosok mafia paling disegani di Amerika, khususnya di Chicago. Pria berjuluk Scarface itu sempat mendekam di bui karena tuduhan menghindari pajak. Film ini digadang-gadang menambah daftar film sukses yang mengangkat kisah mafia, bahkan jauh sebelum pemutarannya di bioskop. (*/msl)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai