
1. The Shawshank Redemption (1994/9.3)
Seorang bankir bernama Andy Dufresne (Tim Robbins) divonis hukuman penjara atas tuduhan pembunuhan yang tak pernah dilakukannya. Namun, kehadirannya di penjara justru menjadi “juru-harapan” bagi kawan-kawan narapidana, terutama Red (Morgan Freeman) yang tanpa disadarinya telah banyak membantu Andy kabur dari penjara.
Diangkat dari novel karya Stephen King, The Shawshank Redemption menjadi film terbaik sepanjang masa. King menjual hak bukunya US$ 1.000 kepada Frank Darabont—yang juga menggarap The Green Mile. Meski tak mendapat satu Oscar pun dari tujuh nominasi yang diperoleh, film ini mendapat rating tertinggi IMDb, 9.3.
2. The Godfather (1972/9.2)
The Godfather adalah film drama-kriminal yang diangkat dari novel berjudul sama karya Mario Puzo, arahan sutradara Francis Ford Coppola. Ber-setting tahun 1940-an, mengisahkan keluarga mafia Amerika-Italia pimpinan Don Vito Corleone (Marlon Brando) yang disegani dan kerap didatangi orang-orang untuk dimintai bantuan.
Bisnis Don Corleone yang selama ini berjalan baik, mulai terganggu ketika Sollozzo yang didukung kelompok mafia Tattaglia, salah satu dari lima dinasti mafia berpengaruh di Amerika sekaligus saingan Corleone, mengajaknya bekerja sama dalam bisnis narkotika, namun Corleone menolaknya.
3. The Godfather Part II (1974/9.0)
Sekuel dari The Godfather (1972) ini berfokus pada Michael Corleone (Al Pacino) yang mewarisi tampuk kepemimpinan keluarga mafia Corleone dalam usahanya memperluas ekspansi bisnis hingga Nevada, tahun 1950-an. Pada bagian lain, film ini juga mengisahkan alur mundur bagaimana sang ayah, Vito Andolini Corleone (Robert De Niro) dahulu memulai bisnisnya di New York.
Don Vito Corleone hanyalah karakter rekaan, namun penciptaannya terilhami tokoh-tokoh mafia besar di New York, seperti Don Carlo Gambino (yang betul-betul dipanggil sebagai Godfather di dunia nyata), Frank ‘The Prime Minister’ Costello, Don Vito Genovese, dan Giuseppe ‘Joe’ Profaci, yang pernah berjaya di masanya.
4. Pulp Fiction (1994/8.9)
Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnifield (Samuel L. Jackson) adalah para pembunuh bayaran yang bekerja untuk Marsellus (Ving Rhames). Mereka tengah mencari petinju bernama Butch (Bruce Willis). Sebelumnya Butch dibayar untuk kalah dalam pertandingan, namun ia tetap memenangkan pertandingan dan mengambil uangnya.
Di tengah cerita, Vincent menghadapi Butch seorang diri tanpa ditemani Jules, yang berakhir dengan kematian Vincent di tangan Butch. Namun Butch kemudian tertangkap oleh Marsellus. Sialnya, mereka bertemu penjahat lain yang menyandera keduanya. Setelah Butch berhasil membunuh penjahat tersebut, Marsellus pun akhirnya melepas Butch.
Alur cerita kembali ke scene awal saat Vincent dan Jules masih bersama dan berada di sebuah restoran yang tengah kedatangan dua orang perampok, yakni Pumpkin (Tim Roth) dan Honey Bunny (Amanda Plummer). Jules yang hendak pensiun dari dunia kriminal, memberikan dompet pada Pumpkin yang menodongnya.
5. The Usual Suspects (1995/8.6)
The Usual Suspects menceritakan lima orang kriminal dari latar belakang berbeda, yaitu Michael McManus (Stephen Baldwin), Dean Keaton (Gabriel Byrne), Fred Fenster (Benicio del Toro), Todd Hockney (Kevin Pollack) dan Roger ‘Verbal’ Kint (Kevin Spacey). Mereka sepakat bekerja sama untuk melakukan suatu misi perampokan.
Mereka dipertemukan di sebuah penjara saat polisi menangkap dan mencurigai kelimanya sebagai dalang pembajakan sebuah truk. Setelah mendekam beberapa waktu dan menjalani pemeriksaan, mereka akhirnya dilepaskan karena tak seorang pun yang terbukti melakukan pembajakan tersebut.
Kelima kriminal yang tengah geram lantas merancang sebuah misi perampokan. Setelah aksi tersebut berhasil, kawanan Keaton kali ini mendapat misi dari seorang misterius bernama Keyser Soze untuk membajak sebuah kapal bermuatan heroin. Rupanya sosok Keyser Soze menjadi twist ending film ini. Siapakah dia?
6. Reservoir Dogs (1992/8.3)
Reservoir Dogs menceritakan tentang perampokan berlian yang direncakan oleh Joe Cabot (Lawrence Tierney) dengan melibatkan enam pria asing yang tak mengenal satu sama lain, yaitu Mr. White, Mr. Orange, Mr. Blonde, Mr. Pink, Mr. Blue, dan Mr. Brown—berturut-turut diperankan Harvey Keitel, Tim Roth, Michael Madsen, Eddie Bunker, Steve Buscemi, dan Quentin Tarantino.
Rupanya perampokan tersebut tidak berjalan lancar setelah diketahui salah satu dari kawanan tersebut adalah polisi yang sedang menyamar. Mereka pun terjebak dalam situasi pelik, karena harus mengetahui siapa di antara mereka yang bisa dipercaya dan tidak, sekaligus bagaimana mereka meyakinkan dirinya untuk dapat dipercaya oleh rekan-rekannya yang lain.
7. Fight Club (1999/8.8)
Seorang staf karyawan (Edward Norton) tengah jenuh dengan pekerjaannya. Ia kemudian bertemu seorang sales sabun bernama Tyler Durden (Brad Pitt) dalam sebuah perjalanan di dalam pesawat. Mereka sepakat membuat kekacauan, klub perkelahian, dan pabrik sabun ilegal, atau—mischief, mayhem, soap!
8. Seven (1995/8.6)
David Mills (Brad Pitt) dan William Somerset (Morgan Freeman) adalah dua orang detektif—muda dan veteran—yang tengah memburu seorang pembunuh berantai yang bertindak tanpa dilatarbelakangi motif tertentu, kecuali satu-satunya benang merah mengarah pada Tujuh Dosa Mematikan (Seven Deadly Sins).
Hal tersebut diketahui sejak penyidikan korban pertama dan kedua. Korban pertama tewas setelah dipaksa makan hingga perutnya meledak, sebagai simbol dari kerakusan (gluttony). Sedangkan korban kedua adalah seorang jaksa, simbol dari ketamakan (greed). Hingga korban ketiga, merupakan simbol dari kemalasan (sloth).
Mills dan Somerset pun berpacu dengan waktu untuk mencegah empat pembunuhan berikutnya. Alih-alih berhasil menangkap pelaku yang belakangan diketahui sebagai John Doe (Kevin Spacey), Mills dan Somerset justru gagal mencegah dua pembunuhan lainnya berkaitan dengan kebirahian (lust) dan keangkuhan (pride).
Sebelum sempat menuntaskan dua pembunuhan berikutnya, yaitu kemarahan (wrath) dan kedengkian (envy), Doe memilih menyerahkan diri pada Mills dan memberi tahu lokasi di mana dua pembunuhan terakhir akan dilakukan. Rupanya hal tersebut menjadi twist ending yang menggenapi seluruh rangkaian Seven Deadly Sins.
9. Goodfellas (1990/8.7)
Goodfellas mengisahkan Henry Hill (Ray Liotta) yang meninggalkan bangku sekolah demi bergabung dengan kelompok mafia Lucchese, atas ajakan Paulie (Paul Sorvino). Keputusan Henry mengantarkannya pada persahabatan dengan Jimmy Conway (Robert De Niro) dan Tommy DeVito (Joe Pesci).
Ketiganya merupakan kelompok gangster yang melakukan aksi perampokan dan kejahatan kecil. Namun bersama-sama mereka menapaki hierarki mafia yang lebih tinggi. Film ini mengisahkan konflik yang dialami Henry Hill dan kawan-kawannya di dunia mafia, selama periode 1955-1980.
10. Scarface (1983/8.3)
Scarface mengisahkan perjalanan hidup Tony Montana (Al Pacino) dari seorang imigran Kuba yang tinggal di kamp pengungsian, hingga sukses membangun bisnis narkotika di Miami, Florida. Tony bersama kawannya, Manny Ribera (Steven Bauer) harus mengalami kehidupan sulit di masa-masa awal tinggal di Miami, tahun 1980-an.
Tony dan Manny harus mengikuti perintah seorang pemimpin mafia untuk bisa tetap tinggal di Miami, mulai dari perintah membunuh hingga melakukan transaksi kokain dengan kartel Kolombia yang berakhir buruk, setelah Tony melarikan kokain tersebut beserta uangnya. Kelak, Tony menjadi pemimpin mafia yang disegani. (*/msl)









