40 Adegan yang Selalu Ada dalam Film Hollywood — 12 Februari 2020

40 Adegan yang Selalu Ada dalam Film Hollywood

1. Adegan saat protagonis baru bebas dari penjara. Biasanya muncul sebagai adegan pembuka, biar keren, dong. Ternyata dia memegang kartu bebas penjara dari Dana Umum.

2. Insiden perampokan di “Alfamart” oleh dua pelaku amatir yang digagalkan protagonis saat kebetulan berada di sana—membeli tisu dan Vaseline. Adegan ini digunakan sutradara untuk memperkenalkan kemampuan bela diri protagonisnya. Mas kasirnya lalu terkagum-kagum, “Seribunya mau didonasikan saja, Mas?”

3. Adegan pembuka lainnya kerap memperlihatkan seorang mantan polisi yang ingin menikmati masa pensiunnya dengan beternak lele, namun ia terpaksa harus kembali berurusan dengan penjahat kelas kerapu. Klise banget, ya? Ternak lele.

4. Insiden perkelahian di klub malam. Adegan ini familiar banget, bahkan bagi orang yang jarang menonton. Biasanya terlebih dahulu diperlihatkan cewek-cewek seksi sedang dugem di tengah suasana riuh-rendah klub. “Entah apa yang merasukiku~”

5. Adegan saat tokoh mafia dikelilingi cewek-cewek seksi di klub sambil ngudud dan mabok ciu. Adegan ini juga kerap muncul dalam film-film laga Asia.

6. Adegan percakapan di meja bar, biasanya laki-laki dengan perempuan yang baru saling mengenal, “Sendirian aja, Neng? Dangdutan, Nyok?” NAJIS, LO!

7. Adegan percakapan di American diner yang khas dengan sofa-sofa merahnya. Familiar, dong?

8. Adegan saat orang asing masuk ke dalam lapo (bar; saloon) di pinggiran kota dan diperhatikan oleh orang-orang di sana. Adegan ini biasa muncul dalam film-film Western (koboi).

9. Adegan melompat dari gedung ke gedung saat dikejar-kejar seseorang yang bersenjata, tapi enggak ditembak-tembak—cuma buat pamer parkour doang.

10. Adegan kejar-kejaran di dalam gedung hotel/apartemen, mereka masuk sembarangan ke kamar penghuni, biasanya perempuan, orang Asia, atau lansia, baik melalui pintu atau jendela.

11. Adegan orang dilempar dari lantai atas gedung dengan memecahkan jendela—and guess what, jatuhnya selalu di atas mobil yang sedang parkir. Lalu terdengar bunyi alarm. Tepok jidat, he-he.

12. Adegan saat penembak jitu (sniper) mengunci dan menembak sasarannya dari ketinggian gedung, tapi meleset!! Ngehek emang.

13. Adegan polisi menembakkan peluru ke udara di tengah khalayak ramai agar merunduk saat mengejar penjahat. Sedangkan penjahat melakukannya untuk melancarkan teror dan aksi perampokan.

14. Adegan saat protagonis menunjukkan “lencana hansipnya” pada resepsionis hotel, warga komplek, atau pengemudi sipil di jalan raya untuk mengambil alih mobil mereka.

15. Demikian pula dalam adegan kejar-kejaran antara polisi dan penjahat. Salah satu dari mereka akan menodongkan pistol untuk merampas mobil dari warga sipil.

16. Adegan menerobos ruang rahasia dengan memalsukan sidik jari, kartu identitas, atau menyamar mengenakan “seragam satpam”.

17. Adegan perselisihan antar-sesama anggota kepolisian yang berbeda pendapat atas kasus yang mereka tangani. Salah satu dari mereka pasti oknum polisi penjilat nan korup.

18. Adegan percakapan antara polisi dan penjahat di ruang interogasi. Seringkali disaksikan rekan-rekan polisi lain dari luar melalui kaca satu arah.

19. Adegan perundungan yang dialami narapidana baru oleh narapidana senior berbadan tinggi besar, sambil disaksikan narapidan lain. Namun ternyata narapidana baru itu sanggup mengalahkan sang Goliath.

20. Adegan percakapan di ruang besuk antara narapidana dan pembesuknya yang dibatasi kaca, mereka berbicara menggunakan media telefon.

21. Dalam suatu kelompok assamble cast (Power Rangers cast) umumnya terdiri dari berbagai latar belakang ras, yakni kulit putih, kulit hitam, orang Asia, dan Hispanik. Misalnya, Fate of Furious, The Magnificent Seven, Ocean’s Eleven, The Expendables, dan The Avengers.

22. Adegan negosiasi yang (mesti) gagal antara dua kubu yang berujung baku tembak. Biasanya memakan banyak korban jiwa, namun sempat menyisakan tokoh utama dari kedua kubu.

23. Adegan ketika sandera berhasil meloloskan diri dari ikatan “tali rafia”. EPIC!!

24. Adegan tukar-menukar sandera dengan sandera, sandera dengan barang, sandera dengan Dewi, Dewi Sandra dengan Sandra Dewi.

25. Adegan berdansa antara dua sejoli dalam sebuah pesta. Biasanya dimulai dengan pujian, “Kamu cantik sekali malam ini.” Sehabis berdansa, mereka lantas “cari angin” di balkon.

26. Adegan bercinta antara protagonis polisi dengan perempuan dari pihak antagonis. Berkat “angin balkon” nih!

27. Adegan saat tiba-tiba muncul orang asing misterius menatap dalam (merong) ke arah protagonis. “Naon siah neuleu beungeut, Nyet!”

28. Adegan saat protagonis berlari di ruang terbuka diberondongi tembakan. Namun tak satu pun peluru yang kena, kecuali bahu atau kaki, pokoknya jangan mati.

29. Dalam adegan baku tembak, cukup satu tembakan untuk membunuh penjahat figuran, sedangkan berkali-kali ledakan bom tak cukup untuk membunuh satu jagoan, walau dibuat sekuelnya.

30. Selalu ada adegan menembak saat pelornya habis—tinggal sisa peler dua biji.

31. Adegan berpacu dengan bom waktu.

32. Adegan perkelahian terakhir antara jagoan dan penjahat. Mereka memegang senjata api sepanjang film, tapi ketika berhadapan satu lawan satu, mereka justru pakai tangan kosong. Setelah sama-sama bonyok, mereka baru rebutan pistol yang tergeletak di lantai. Ari sia!

33. Adegan saat protagonis berhasil mengatasi serangan antagonis dari belakang. Protagonis yang awalnya tidak berniat membunuh, terpaksa membunuhnya. Atau hal itu dilakukan protagonis lain secara mengejutkan.

34. Adegan saat antagonis batal menembak protagonis, lantas menodongkan pistol ke mulut atau kepalanya sendiri. Dor!

35. Ketika masa depan bumi terancam oleh alien, monster, dan bencana alam, namun yang mendapat serangan hanya Amerika Serikat dan menjadi satu-satunya negara yang dapat mengatasinya.

36. Makhluk dari luar planet bumi berbicara dalam bahasa Inggris dialek Amerika.

37. Adegan perselisihan antara dua protagonis di dalam mobil yang sedang melaju.

38. Adegan protagonis kulit hitam mengemudi diiringi musik hip-hop. O-A-O-Eh!!

39. Dalam film olahraga/bela diri, adegan ketika protagonis nyaris kalah namun menang secara dramatis. Sudah kuduga.

40. Adegan berkendara mobil di jalanan panjang yang sepi di pinggiran atau perbatasan kota. Biasanya tampak di awal atau akhir film. “THE END.” (*/Msl)

Beberapa Plot Menarik dalam Film: Dari Zero to Hero, Team Recrutiment, hingga One Man Show! —

Beberapa Plot Menarik dalam Film: Dari Zero to Hero, Team Recrutiment, hingga One Man Show!

1. Zero to hero

Film berplot zero to hero adalah film yang meriwayatkan jalan hidup seseorang berawal dari bukan siapa-siapa hingga berhasil menjadi tokoh besar yang disegani banyak orang. American Gangster, misalnya, mengisahkan Frank Lucas (Denzel Washington), seorang sopir pribadi kartel narkotika yang berhasil membangun bisnis haramnya sendiri melebihi kesuksesan bosnya dahulu.

Judul lain yang mengambil tema zero to hero, yakni Kung Fu Hustle. Berawal dari kacung geng kapak, Sing (Stephen Chow) kemudian berhasil menaklukkan geng sadis paling ditakuti di Shanghai itu dan memimpin mereka. Selain itu judul lain seperti Forrest Gump (dibintangi Tom Hanks), dan Scarface (Al Pacino).

2. Team recruitment

Film team recruitment adalah film mengenai perekrutan beberapa orang dalam tim untuk melakukan suatu misi tertentu. Film yang memelopori plot ini ialah Seven Samurai (1954), menceritakan penduduk desa yang menyewa tujuh orang ronin untuk melawan para bandit yang akan kembali untuk merampas hasil panen mereka.

Kisah Seven Samurai diadaptasi dalam The Magnificent Seven (1960) dengan latar belakang Western dan telah dibuat remake-nya tahun 2016. Selain itu, Seven Samurai merupakan film berpengaruh yang mengilhami film-film modern seperti The Guns of Navarone, Battle Beyond the Stars hingga film animasi A Bug’s Life.

Film jenis ini menampilkan beberapa bintang sekaligus (ensemble cast). Dalam The Magnificent Seven (2016), dikisihkan Sam Chisolm (Denzel Washington) dimintai tolong oleh Emma Cullen (Haley Bennet) dan warga Rosecreek untuk melawan Bartholomew Bogue (Peter Sarsgaard) dan para bandit yang menindas mereka.

Sam lantas merekrut lebih banyak jawara untuk membantu perjuangannya, antara lain Josh Faraday, Goodnight Robicheaux, Billy Rocks, Jack Horne, Red Harvest, dan Vasquez—berturut-turut diperankan Chris Pratt, Ethan Hawke, Lee Byung-hun, Vincent D’Onofrio, Martin Sensmeier, dan Manuel Garcia Rulfo.

Film tentang merekrut pahlawan juga umum ditemukan dalam film-film superhero, seperti The Avengers, Justice League, X-Men: Apocalypse, Thor: Ragnarok, Guardian of the Galaxy, Journey to the West, Shaolin Soccer, Dragon Ball Z: Ressurection, hingga Big Hero 6.

Seiring perkembangannya, konsep rekrut-merekrut mengalami modifikasi saat posisi hero digantikan anti-hero, seperti Mission: Impossible, Reservior Dogs, The Usual Suspects, Ocean’s Eleven, Going to Style, hingga Suicide Squad yang menceritakan rekrutmen orang-orang kompeten justru untuk melancarkan aksi kriminal/perampokan.

3. Ensemble cast

Film ensemble cast adalah film yang melibatkan bintang-bintang besar sebagai karakter utama dengan posisi yang nyaris sama penting. Film jenis ini dapat mengusung berbagai pilihan plot, namun plot yang umum dijumpai tak lain ialah team recruitment seakan-akan dua plot dan tema ini sulit dipisahkan—barangkali karena lebih mudah digarap dan masih menarik.

Untuk membuat film yang menampilkan banyak bintang besar, sebagian sineas akan mengusung plot team recruitmentThe Expendables misalnya, yang menjadi ajang reuni aktor laga legendaris mulai dari Sylvester Stallone, Jason Statham, Chuck Norris, Bruce Willis, Jet Li, Van Damme, Arnold Schwarzenegger, hingga Mel Gibson.

Pun sebaliknya, untuk membuat plot team recruitment, dibutuhkan bintang-bintang besar dan populer, seperti Ocean’s Eleven yang memasang line-up antara lain George Clooney, Brad Pitt, Julia Roberts, Matt Damon. Demikian pula Ocean’s 8 (versi cewek) menampilkan Sandra Bullock, Helena Bonham Carter, hingga Rihanna.

Namun demikian, film ensemble cast tak selalu mengusung plot team recruitment dan; sebaliknya, film team recruitment ada kalanya tidak menggunakan format ensemble cast. Karena hal tersebut kembali kepada kemampuan dan kreativitas masing-masing sineas dalam memodifikasi sebuah ide menjadi produk orisinal yang baru.

Beberapa contoh film ensemble cast lainnya, apapun jenis plot yang diusung, seperti Armageddon, Con-Air, Flight of Phoenix, The Fate of the Furious, XXX: The Return of Xander Cage, Predators, Reservoir Dogs, The Usual Suspects, L.A. Confidential, The Godfather, Goodfellas, Scarface, The Dark Knight (trilogy), Inception, Game of Thrones, hingga The Departed.

4. One man show

Berbeda dengan film ensemble cast yang melibatkan bintang-bintang besar sebagai pemeran utama sekaligus, film one man show justru menampilkan (berfokus pada) satu protagonis saja. One man show dalam hal ini menceritakan kepahlawanan protagonis yang berjuang melawan kejahatan (musuh) nyaris seorang diri.

Film jenis ini diperankan aktor-aktor tertentu atau spesialis one man show, antara lain Liam Neeson (Taken), Denzel Washington (Men on Fire), Keanu Reeves (John Wick), dan Jason Statham (Transporter).

Minatku pada keempat plot di atas bukan tanpa alasan. Pertama, film-film dengan keempat plot berbeda tersebut mengingatkanku pada romantisme Alkitab. Plot team recruitment misalnya, mengingatkanku pada kisah Yesus yang “merekrut” keduabelas murid, atau; plot zero to hero yang ditampilkan dalam kisah Abraham, Musa, Yusuf, hingga Daud.

Namun itu adalah ide mentahnya. Para sineas kiwari telah lebih pandai mengeksplorasi plot dan tema. Itu alasan keduaku. Apalagi aku hanya menyukai plot zero to hero, recruitment team, hingga one man show, jika sineas berhasil mengombinasikannya dengan tema-tema yang lebih segar dan memberikan plot twist menarik.

Fight Club, misalnya. Film ini turut mengambil ide recruitment team, tapi mereka memberikan sentuhan psychological-thriller. Itu membuatnya berbeda dengan film-film sejenis. (*/msl)

10 Film Biopik Terbaik dari Selma, Schindler’s List, hingga Bohemian Rhapsody —

10 Film Biopik Terbaik dari Selma, Schindler’s List, hingga Bohemian Rhapsody

1. Selma (2014/7.5)

Selma adalah film yang mengangkat kisah Martin Luther King, Jr. (David Oyelowo) dalam memperjuangkan hak-hak warga Afrika-Amerika, dengan memimpin aksi long march sepanjang 87 km dari Selma ke Montgomery, Alabama, pada tahun 1965. Aksi tersebut menjadi peristiwa yang mengubah sejarah Amerika Serikat.

Film-film biopik sejenis Selma, antara lain: Malcolm X (1992), Lincoln (2012), Gandhi (1982), Milk (2008), Hunger (2008), Papillon (2017), All The President’s Men (1976), Frost/Nixon (2008), Kill the Messenger (2014), The Insider (1999), Spotlight (2015), Che (2008), Gie (2005), A Man Called Ahok (2019).

2. Malcolm X (1992/7.7)

Malcolm X tak lain merupakan drama biografi sejarah yang mengangkat kisah hidup tokoh pejuang hak-hak warga Afrika-Amerika, Malcolm Little, yang kelak dikenal sebagai Malcolm X (Denzel Washington). Perkenalannya dengan Nations of Islam, membawanya pada jalan dakwah yang cenderung rasis dan sarat kebencian.

Di tengah perjuangannya membela hak-hak warga kulit hitam, Malcolm merasa tak lagi sejalan dengan Nations of Islam yang menurutnya telah menyimpang dari ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Sekeluarnya dari Nations of Islam, Malcolm tewas ditembak oleh salah seorang anggota organisasi tersebut.

3. Schindler’s List (1993/8.9)

Film Schindler’s List menceritakan bagaimana seorang pengusaha Katolik Jerman, yaitu Oskar Schindler (Liam Neeson) menyelamatkan 1.100 orang Yahudi dari pembantaian (holocaust) pada masa pendudukan Nazi di Polandia. Film arahan Steven Spielberg ini berhasil meraih 7 Oscar dari 12 nominasi yang diperoleh.

Film-film biopik sejenis Schindler’s List, antara lain: The Imitation Game (2014), The Pianist (2012), Pearl Harbor (2001), Saving Private Ryan (1998), Born on the Fourth of July (1989), Hacksaw Ridge (2016), Dunkirk (2017), 12 Years A Slave (2013), Hotel Rwanda (2004), dan Argo (2012).

4. JFK (1991/8.0)

JFK mengisahkan Jim Garrison (Kevin Costner), seorang jaksa wilayah New Orleans, Louisiana, yang berusaha mengungkap konspirasi di balik kematian Presiden John F. Kennedy. Ia harus menghadapi pemerintah AS yang menentang upayanya tersebut. Film arahan Oliver Stone ini turut menampikan Tommy Lee Jones, Kevin Bacon, dan Gary Oldman.

Film biopik sejenis JFK, antara lain: Lincoln (2012), Nixon (1995), Frost/Nixon (2008), W (2008), Mandela: Long Walk to Freedom (2013), Gandhi (1982), Braveheart (1995), Lawrence of Arabia (1962), The Last King of Scotland (2006), The King’s Speech (2010), Victoria & Abdul (2017), Barry (2016), Soekarno (2013), Jokowi (2013).

5. A Beautiful Mind (2001/8.2)

A Beautiful Mind menceritakan kehidupan John Nash (Russell Crowe), seorang ahli matematika yang brilian dan sisi lainnya sebagai penderita skizofrenia. Film biopik sejenis A Beautiful Mind, antara lain: The Imitation Game (2014), The Theory of Everything (2014), Steve Jobs (2015), dan First Man (2018).

6. Invictus (2009/7.4)

Setelah menghabiskan masa tahanan selama 27 tahun, Nelson Mandela (Morgan Freeman) berusaha mempersatukan rakyat Afrika Selatan pasca-apartheid melalui kejuaraan rugbi. Kepada kapten tim, François (Matt Damon), Presiden Mandela berbagi Invictus—puisi yang mengilhaminya selama dipenjara di Robben Island.

Film-film biopik olahraga sejenis Invictus, antara lain: Remember the Titans (2000), The Blind Side (2009), Gridiron Gang (2006), We Are Marshall (2006), Pelé: Birth of a Legend (2016), Glory Road (2006), Coach Carter (2005), The Greatest Game Ever Played (2005), Cinderella Man (2005), Raging Bull (1980), Dangal (2016), Ali (2001).

7. Bohemian Rhapsody (2018/8.4)

Bohemian Rhapsody merupakan film biografi musikal arahan sutradara Bryan Singer yang mengisahkan perjalanan karir Freddie Mercury bersama bandnya, Queen. Tokoh Freddie Mercury diperankan Rami Malek, adapun judul film diambil dari salah satu lagu milik band legendaris tersebut.

Film biopik musik sejenis Bohemian Rhapsody, antara lain: Amadeus (1984), Ray (2004), The Doors (1991), Walk the Line (2015), Straight Outta Compton (2015), Cadillac Records (2008), Love & Mercy (2014), Jersey Boys (2014), Get on Up (2014).

8. American Gangster (2007/7.8)

American Gangster mengisahkan kehidupan Frank Lucas (Denzel Washington), seorang Black American Godfather yang disegani di Harlem, New York, tahun 1970-an. Mulanya Frank hanyalah sopir pribadi seorang raja narkotika, Elisworth ‘Bumpy’ Johnson. Namun ia bekerja sambil mempelajari seluk-beluk narkotika.

Sepeninggal Bumpy, Frank membangun bisnisnya sendiri dan berkembang melebihi kesuksesan bosnya dahulu. Frank mengkreasikan sendiri heroin Blue Magic dan membandrolnya dengan harga murah, karena ia dapat memutus jalur distribusi dari Vietnam. Film arahan Ridley Scott ini turut dibintangi aktor Russel Crowe.

9. Catch Me If You Can (2002/8.1)

Sebuah film drama-kriminal berdasarkan biografi Frank Abagnale Jr, yang sebelum ulang tahunnya ke-19 telah berhasil memalsukan cek bernilai jutaan dolar AS dengan menyamar sebagai pilot, dokter, dan pengacara. Film arahan Steven Spielberg ini menampilkan duet aktor Leonardo DiCaprio dan Tom Hanks.

Film biopik kriminal sejenis American Gangster dan Catch Me If You Can, antara lain: The Wolf of Wall Street (2013), Goodfellas (1990), The Untouchables (1987) Legend (2015), The Irishman (2019), Fonzo (2019), Capote (2005), Dog Day Afternoon (1975), Hunger (2008), Papillon (2017), dan Bronson (2008).

10. Steve Jobs (2015/7.2)

Steve Jobs merupakan film kedua yang mengangkat perjalanan hidup dan karir pendiri Apple, Inc. yang kali ini diperankan aktor Michael Fassbender setelah Jobs (dibintangi Ashton Kutcher, 2013). Film Steve Jobs arahan sutradara Danny Boyle menuai kritik positif, khususnya untuk penampilan Michael Fassbender.

Film biopik sejenis Steve Jobs, antara lain: Jobs (2013), The Social Network (2010), The Aviator (2014), A Beautiful Mind (2001), The Imitation Game (2014), The Theory of Everything (2014), Finding Neverland (2004), Chaplin (1992), The Founder (2016), The Pursuit of Happyness (2006), dan Joy (2015). (*/Msl)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai