10 Film Jurnalisme Terbaik dari The Insider, Spotlight, hingga Kill the Messenger — 13 Februari 2020

10 Film Jurnalisme Terbaik dari The Insider, Spotlight, hingga Kill the Messenger

Cinestro – JIKA ingin memahami kehidupan jurnalistik melalui tayangan film, Superman dan Spider-Man tentu bukanlah pilihan yang tepat, kendati masing-masing protagonis bekerja dan berkamuflase sebagai insan jurnalis. Namun fokus mereka tetap saja superhero, alih-alih jurnalisme.

Uniknya, serentet film bertema jurnalisme kece seperti Spotlight, Nightcrawler, Kill the Messenger, True Story, dan Zodiac, justru dibintangi aktor pahlawan super macam Michael Keaton, Robert Downey, Jr., Mark Ruffalo, James Franco, Jake Gyllenhaal, hingga Jeremy “Hawkeye” Renner.

Setidaknya berikut 10 rekomendasi film terbaik yang mengangkat tema tentang kehidupan/dunia jurnalistik. Sembilan di antaranya diadaptasi dari kisah nyata, termasuk The Insider yang dibintangi legenda mafia, Al Pacino.

1. All The President’s Men (1976/8.0)

Menjelang pemilu 1972, Bob Woodward (Robert Redford) dan Carl Bernstein (Dustin Hoffman), dua wartawan The Washington Post, ditugaskan meliput sidang kasus pembobolan markas Partai Demokrat di komplek Watergate. Kasus ini menjadi menarik setelah diketahui melibatkan presiden AS saat itu, Richard Nixon.

Woodward dan Bernstein bekerja keras mengumpulkan kepingan puzzle untuk memecahkan kasus ini hingga berhasil memaksa Nixon meletakkan jabatannya sebagai presiden. Usaha mereka dibantu narasumber misterius berinisial “Deep Throat” yang menuntun mereka membongkar skandal ini dengan memberikan informasi-informasi kunci.

All The President’s Men merupakan visualisasi laporan Woodward-Bernstein dalam buku yang mereka tulis tahun 1974. Selama 30 tahun, identitas “Deep Throat” menjadi bahan spekulasi. Hingga akhirnya terkuak pada 2005, ketika Mark Felt, seorang mantan petinggi FBI, membuka identitasnya melalui majalah Vanity Fair.

2. The Insider (1999/7.9)

Jeffrey Wigand (Russel Crowe) adalah mantan eksekutif perusahaan rokok, Brown & Williamson, yang dipecat dari pekerjaannya setelah dianggap tak sejalan dengan perusahaan yang diketahui menambahkan zat adiktif pada produk mereka. Padahal pihak perusahaan telah membuat kesepakatan tertulis sebelumnya.

Kesepakatan itu menegaskan bahwa Wigand tidak akan membocorkan rahasia perusahaan, dan ia berhak atas kompensasi berupa tunjangan perumahan dan kesehatan. Namun semua berubah saat Wigand bertemu Lowell Bergman (Al Pacino), jurnalis NBC yang sedang melakukan investigasi pada industri rokok.

Bergman meminta kesediaan Wigand agar bersaksi dalam program 60 Minutes. Setelah negosiasi yang alot dan berbagai konsekuensi yang harus dihadapi Wigand, mulai dari tunjangan yang dicabut hingga ancaman pembunuhan, Wigand memilih mengambil risiko itu dan tampil sebagai pahlawan—bukan saja menghadapi B&W tempatnya bekerja dahulu, melainkan seluruh perusahaan rokok di AS!

3. Spotlight (2015/8.1)

“Incredible team!”

Setelah diakuisisi media besar tahun 2001, harian The Boston Globe merekrut Marty Baron (Liev Schreiber) sebagai editor baru mereka. Marty lantas membentuk sebuah tim untuk rubrik investigasi Spotlight, yang kali ini bertugas mengusut kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan seorang pastor bernama John Geoghan.

Tim ini terdiri dari Walter “Robby” Robinson, Michael Rezendez, Sacha Pfeiffer, Matt Carroll, dan Ben Bradlee Jr—diperankan Michael Keaton, Mark Ruffalo, Rachel McAdams, Brian d’Arcy James, serta John Slattery—yang secara ironis merupakan putra-putri Boston, beragama Katolik pula. Lain dengan Marty, editor mereka yang berasal dari Miami.

Dalam investigasi tersebut, rupanya Kardinal mengetahui kasus yang melibatkan sang pastor. Hal ini membuat penyidikan terus berlanjut. Dari 13 nama pastor yang terindikasi, berkembang menjadi 90 orang. Puncaknya, 6 Januari 2002, The Boston Globe menurunkan headline, “Gereja Membiarkan Pelecehan yang Dilakukan Pastor Selama Bertahun-tahun!”

4. Frost/Nixon (2008/7.7)

Setelah 30 tahun pengusutan Skandal Watergate yang menumbangkan presiden AS, Richard Nixon, oleh wartawan The Washington Post yang difilmkan dalam All The President’s Men, 1976. Pada 2008, kembali muncul film yang mengisahkan skandal politik Nixon, kali ini dalam wawancaranya dengan jurnalis David Frost.

Tiga tahun usai dipaksa turun dari jabatannya sebagai presiden, Richard Nixon (Frank Langella) tetap bungkam dan menolak mengungkap skandal Watergate yang melibatkan namanya itu. Namun kemudian sikap Nixon berubah ketika menyatakan kesediaannya diwawancarai oleh jurnalis Inggris, David Frost.

Sementara di kubu Frost, para kru justru meragukan kemampuan Frost menghadapi Nixon. Film arahan Ron Howard ini tak hanya menampilkan interview keduanya, tetapi juga mengupas minggu-minggu sebelum acara tersebut ditayangkan.

5. Shattered Glass (2003/7.2)

Pada 1998, majalah New Republic memiliki 15 jurnalis muda, rata-rata berusia 26 tahun. Salah satunya Stephen Glass (Hayden Christensen). Saat menulis artikel tentang partisipasinya dalam sebuah rapat Partai Republik, sang editor, Michael Kelly (Hank Azaria) menemukan hal-hal yang tidak sesuai fakta pada artikel tersebut.

Pada kesempatan yang lain, Glass kembali membuat artikel mengenai seorang hacker yang berhasil meretas sistem keamanan sebuah perusahaan software besar. Namun seorang penulis dari majalah Forbes, yakni Adam Penenberg (Steve Zahn) menemukan banyak kejanggalan pada artikel tersebut.

Chuck Lane (Peter Saarsgard), editor New Republic yang baru, mendapat laporan dari Forbes, dan mulai mencari kebenaran tulisan Glass. Ia mendapati tulisan Glass sama sekali tidak benar ada dan tidak pernah terjadi. Chuck yang tengah kesal mencoba meneliti tulisan-tulisan Glass sebelumnya, dan mendapati semuanya fake news.

6. Kill the Messenger (2014/7.0)

Gary Webb (Jeremy Renner) adalah seorang jurnalis surat kabar lokal, San Jose Mercury News yang pada tahun 1996 menulis artikel bertajuk “Aliansi Gelap”. Pada artikelnya, Webb menuding CIA bertanggung jawab memasukkan kokain ke AS pada 1980-an, setelah penyelidikannya selama satu tahun.

Webb menemukan bahwa jaringan pengedar kokain di San Francisco memiliki hubungan dengan kelompok pemberontak di Nikaragua yang disponsori CIA. Jutaan dolar dari penjualan kokain ke Los Angeles digunakan untuk mendanai kelompok pemberontak, Contras, untuk melawan rezim sayap kiri Sandinista di Nikaragua.

Tahun 1998, laporan petinggi CIA membantah hubungan pemerintah AS dan pengedar narkoba, namun laporan tersebut mengkonfirmasi dugaan Webb bahwa CIA memang bekerja dengan Contras. Pada 10 Desember 2004, Webb ditemukan tewas dengan dua luka tembak di kepala. Polisi menyebut kasus itu sebagai bunuh diri.

7. The Post (2017/7.2)

Kay Graham (Meryl Streep) dan Ben Bradlee (Tom Hanks) adalah jurnalis The Washington Post. Pada 1971, mereka bergabung dengan jurnalis lainnya untuk menerbitkan makalah Pentagon yang mengungkap keterlibatan Pentagon dalam Perang Vietnam. Hal ini memicu perseteruan antara pemerintah dan wartawan.

Meski demikian, para wartawan rela mempertaruhkan karir mereka dalam rangka memperjuangkan kebebasan pers. The Post diarahkan sutradara, Steven Spielberg.

8. Nightcrawler (2014/7.9)

Nightcrawler menceritakan tentang Louis Bloom (Jake “Mysterio” Gyllenhaal) seorang pemuda yang tengah meniti karir sebagai jurnalis lepas dengan membuat video liputan ke sebuah stasiun televisi melalui Nina (Rene Russo), penanggung jawab siaran berita pagi. Namun sayangnya, mereka mengabaikan kode etik jurnalistik.

Lou, misalnya, berani mengubah posisi mayat korban kecelakaan demi memperoleh sudut pengambilan gambar terbaik, atau ketika ia dengan sengaja menyembunyikan rekaman wajah pelaku penembakan, agar ia sendiri dapat mengatur kapan, di mana, dan bagaimana sang pelaku bertemu dengan polisi untuk ia rekam sebagai penangkapan yang dramatis.

Tak berhenti di situ, Lou bahkan tak segan-segan menghabisi Joe (Bill Paxton), rekannya sesama jurnalis lepas yang dianggapnya sebagai saingan, melalui kecelakaan mobil yang dirancangnya. Sementara Nina diintimidasi agar video kirimannya dibayar dengan harga tinggi.

9. Zodiac (2007/7.7)

Robert Graysmith (Jake Gyllenhaal) adalah seorang kartunis surat kabar lokal, The San Fransisco Chronicles. Bersama rekannya, jurnalis Paul Avery (Robert Downey, Jr.) berusaha menyelidiki sebuah pesan misterius dari seorang pembunuh berantai yang menyebut dirinya sebagai “Zodiac” pada tahun 1970-an.

Zodiac meneror San Fransisco dengan mengirim kode, pesan pembunuhan, dan panggilan telepon ke kantor surat kabar lokal dan kepolisian. Namun, tak seorang pun mampu memecahkan kode-kode tersebut. Tak hanya Robert dan Paul, bahkan Inspektur David Toschi (Mark Ruffalo) pun terkecoh dibuatnya.

Sementara mereka menerjemahkan kode-kode, sang Zodiac selalu kembali menyerang, dan korbannya seringkali pasangan remaja. Film arahan David Fincher (sutradara Seven dan Gone Girl) ini diangkat dari catatan investigasi yang ditulis Robert Graysmith. Namun kasusnya tak pernah terpecahkan, bahkan sampai hari ini!

10. True Story (2015/6.3)

Michael Finkel (Jonah Hill), seorang jurnalis The New York Times, dipecat dari pekerjaannya, setelah artikelnya yang menjadi headline tentang perlindungan anak di perkebunan kakao Afrika, diragukan kebenarannya. Mike dianggap mengarang cerita dan tidak memberikan foto narasumber yang asli.

Sementara itu di Mesiko, seorang pria (James “Goblin” Franco) ditangkap atas tuduhan pembunuhan terhadap isteri dan ketiga anak gadisnya. Pria tersebut mengaku bernama Michael Finkel dan bekerja sebagai jurnalis The New York Times. Hal itu segera diketahui seorang reporter yang langsung mengabari Mike perihal tersebut.

Karena penasaran, Mike mengunjungi orang yang telah memalsukan identitasnya tersebut, di penjara. Pria itu seperti melihat cermin dirinya dalam tubuh Mike. Ia mengetahui segala kehidupan Mike, kepribadian Mike, tipe istri Mike, serta pemikiran-pemikiran Mike, seakan-akan dialah yang menjalani kehidupan Mike. (*/msl)

10 Film Thriller Psikologis Terbaik dari Shutter Island, Glass, hingga Get Out! —

10 Film Thriller Psikologis Terbaik dari Shutter Island, Glass, hingga Get Out!

Cinestro – FILM thriller, suspense, atau di Indonesia dipadankan sebagai film seru, adalah salah satu genre film yang menampilkan aksi menantang, ketegangan, keseruan, kesengsaraan, tekanan tinggi, seringkali berpacu dengan waktu, mengejutkan, serta situasi-situasi terdesak dan tak menguntungkan lainnya.

Ada banyak jenis (sub-genre) film thriller, antara lain action thriller, conspiracy thriller, crime thriller, horror thriller, hingga psychological thriller. Beberapa sineas thriller seperti Alfred Hitchcock—dikenal sebagai The Master of Suspense. Selain itu David Fincher, Martin Scorsese, hingga Stephen King.

Adapun kali ini kita akan mengulas film-film thriller psikologis, yaitu film thriller yang menitikberatkan pada tekanan dan gangguan psikologis karakternya. Film-film jenis ini biasanya berjalan lebih lambat, sarat misteri, mengandung plot twist, dan membingungkan. Sehingga dibutuhkan konsentrasi ekstra untuk memahami maksud—alur hingga ending—ceritanya.

Ada banyak film thriller psikologis yang pernah dibuat, mulai dari film-film bertema psikopat, seperti: Psycho, American Psycho, The Silence of the Lambs, Se7en, Misery, The Talented Mr. Ripley, Strangers on a Train, The Hand That Rocks the Cradle, We Need to Talk About Kevin, Orphan, hingga Gone Girl.

Selain itu film-film thriller bertema kepribadian ganda, seperti: Fight Club, Identity, Shelby, Secret Window, Split, Glass, serta tema-tema psikologis lainnya seperti skizofrenia, fobia, trauma, posesif, pedofilia, obsesif-kompulsif, dll. dalam: Shutter Island, Donnie Darko, Flightplan, The Machinist, Inception, Insomnia, Déjà Vu, hingga Vertigo.

Di antara banyak sekali film thriller terbaik, terbaru, dan populer yang mengangkat tema (gangguan) psikologis, 10 di antaranya kami rekomendasikan film-film thriller dengan plot twist menarik yang wajib kamu tonton, bersama sinopsis, ulasan (review) serta penjelasannya.

1. Shutter Island (2010/8.1)

Edward ‘Teddy’ Daniels (Leonardo DiCaprio) adalah seorang penyidik yang datang ke Shutter Island untuk mengusut kasus hilangnya salah satu tahanan sekaligus pasien rumah sakit di pulau tersebut bernama Rachel Solando. Teddy bekerja didampingi rekannya, Chuck Aule (Mark Ruffalo).

Selama penyidikan, Teddy mengalami serangkaian kejadian aneh, mulai dari dr. John Cawley (Ben Kingsley) yang sulit diajak bekerja sama, kehadiran sosok Rachel (Emily Mortimer) yang muncul di alam bawah sadar Teddy, hingga pertemuan dengan Rachel Solando (Patricia Clarkson) yang sesungguhnya, di sebuah gua.

Setelah semua kejadian tak masuk akal itu, puncaknya dr. Cawley menuding Teddy sebagai salah satu pasien mereka bernama Andrew Laeddis (anagram dari Edward Daniels) yang ditahan atas tuduhan pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Dolores Chanal (juga merupakan anagram dari Rachel Solando).

Teddy yang kini mengalami skizofrenia sulit mebedakan fantasi dengan realitas yang sesungguhnya. Namun, ia sempat bertemu George Noyce (Jackie Earle Haley), pasien lain yang memperingatkan Teddy bahwa rumah sakit sedang melakukan konspirasi kepadanya agar ia tak pernah keluar dari pulau untuk dijadikan eksperimen!

2. Fight Club (1999/8.8)

Seorang staf karyawan (Edward Norton) tengah jenuh dengan pekerjaannya. Ia kemudian bertemu seorang sales sabun bernama Tyler Durden (Brad Pitt) dalam sebuah perjalanan di dalam pesawat. Mereka sepakat membuat kekacauan, klub perkelahian, dan pabrik sabun ilegal, atau—mischief, mayhem, soap!

3. Donnie Darko (2001/8.1)

Donnie Darko (Jake Gyllenhaal) adalah seorang remaja yang mengalami serangkaian kejadian aneh, mulai dari rumahnya yang tertimpa pesawat, hingga kehadiran sosok imajiner berkostum kelinci bernama Frank (James Duval) yang datang dari masa depan dan memberitakan kepadanya bahwa dunia akan berakhir dalam 28 hari.

Donnie yang dianggap menderita skizofrenia, melakukan tindakan-tindakan brutal yang sulit dipahami orang lain, seperti membuat banjir sekolah hingga membakar rumah orang yang dikenalnya. Semua itu ia lakukan karena bisikan Frank yang sedang mengarahkan Donnie untuk mencegah hal buruk di masa depan.

4. Get Out (2017/7.7)

Chris Washington (Daniel Kaluuya) adalah laki-laki kulit hitam yang terpaksa menyetujui keinginan kekasihnya yang kulit putih, Rose Armitage (Allison Williams) untuk mengunjungi keluarganya di desa. Selama berada di rumah keluarga Armitage, Chris mengalami banyak kejadian aneh dan mengganggu pikirannya.

Salah satunya perjumpaan Chris dengan Logan, laki-laki sesama kulit hitam yang dikenalnya sebagai Andre. Ketika Chris memotret Logan secara diam-diam, rupanya blitz ponsel Chris menyala, dan membuat Logan melakukan reaksi yang tak terduga. Ia menjadi histeris dan dengan putus asa meneriaki Chris, “Get out!”

Keluarga Armitage rupanya adalah perkumpulan ilegal yang sedang melakukan transplantasi otak dari para lansia kulit putih ke dalam tubuh orang kulit hitam yang masih muda, atau mereka sebut metode keabadian semu. Namun pada kasus Chris, ‘raganya’ dikorbankan untuk ‘diisi’ jiwa orang buta agar dapat kembali melihat.

5. Glass (2019)

Glass adalah sebuah film thriller yang mempertemukan tiga karakter dari dua judul film berbeda, yaitu David Dunn, Elijah Price (Unbreakable) dan Kevin Crumb (Split). Ya, Glass merupakan sekuel dari kedua film arahan sutradara M. Night Shyamalan itu, menampilkan aktor Bruce Willis, James McAvoy, dan Samuel L. Jackson.

David Dunn (Bruce Willis) adalah pria paruh baya yang menjadi satu-satunya korban selamat dari sebuah kecelakaan kereta api. Elijah Price (Samuel L. Jackson) seorang kolektor komik, meyakini Dunn sebagai superhero. Adapun Kevin Crumb (James McAvoy) adalah laki-laki sinting yang memiliki 24 kepribadian sekaligus.

Dalam sekuel ini, David Dunn akan menghadapi The Beast, sosok supervillain yang tinggal dalam diri Kevin. Sementara Elijah Price—juga dikenal sebagai Mr. Glass—menjadi sosok kunci di balik kedua pria tersebut. Karenanya, Mr. Glass merupakan benang merah yang menghubungkan Kevin dengan Dunn!

6. Memento (2000/8.5)

Leonard ‘Lenny’ Shelby (Guy Pearce) adalah korban perampokan yang telah kehilangan harta, istri, sekaligus ingatannya. Lenny mengalami short-term memory loss akibat pukulan keras yang dilakukan sang perampok, sehingga membuatnya tak mampu mengingat kejadian yang bahkan baru saja terjadi.

Lenny pun mencari cara untuk mengembalikan ingatan di malam perampokan tersebut. Setiap kali bertemu seseorang, Lenny akan memfotonya dengan kamera polaroid. Ia juga membuat catatan-catatan kecil dengan menato badannya. Upayanya ini dibantu seorang polisi, Edward ‘Teddy’ Gammel (Joe Pantoliano).

7. The Machinist (2004/7.7)

Trevor Reznik (Christian Bale) adalah seorang mekanik yang mengalami insomnia selama setahun terakhir. Hal ini berdampak pada kondisi fisik dan mentalnya. Apalagi rekan-rekannya menganggap Trevor sebagai beban masalah, terutama setelah dirinya terlibat kecelakaan yang mengakibatkan salah seorang pekerja kehilangan tangannya.

Trevor mencurigai kecelakaan itu telah direncanakan seseorang, setelah ia menyadari bahwa korban kecelakaan kerja itu tidak pernah ada. Trevor dihadapkan pada dua hal: apakah memang ada seseorang yang ingin menyingkirkannya, atau; hanya halusinasi Trevor yang kehilangan kewarasan akibat insomnia yang dideritanya?

8. Taxi Driver (1976/8.3)

Travis Bickle (Robert De Niro) adalah seorang mantan marinir muda yang menjadi sopir taksi di kota New York. Pekerjaan yang ia jalani setiap malam membuatnya harus menyaksikan kebobrokan moral yang terjadi di masyarakat. Hal ini memicu Travis untuk melakukan tindakan, dengan caranya sendiri.

Travis yang tengah jenuh, terasing, dan kehilangan arah, menemukan kembali tujuan hidupnya sebagai anti-hero. Kehidupan Travis kian kompleks setelah pertemuannya dengan dua orang perempuan, yaitu Betsy (Cybil Shepherd), seorang sukarela kampanye politik, dan; Iris (Jodie Foster) pelacur belia berumur 12 tahun!

9. It: Chapter Two (2019)

It dan It: Chapter Two merupakan film thriller yang diangkat dari novel best-seller karya Stephen King. Dalam It, dikisahkan badut Pennywise (Bill Skarsgård) meneror Bill Denbrough (Jaden Lieberher) dan kawan-kawan—yang tergabung dalam The Loser’s Club. Sedangkan dalam sekuelnya, It: Chapter Two, sang badut kembali meneror Bill (James McAvoy) dkk. yang kini beranjak dewasa.

Pennywise sendiri sebetulnya hanyalah salah satu dari banyak sekali wujud/manifestasi yang digunakan (dan disukai) It, yaitu suatu bentuk kehidupan yang tertidur di belahan bumi yang kini menjadi kota Derry, Maine dan terjaga untuk memakan (menyerap) rasa takut manusia, khususnya anak kecil.

10. Mystic River (2003/8.0)

Mystic River mengisahkan persahabatan antara Jim, Sean, dan Dave. Ketika sedang bermain, ketiga anak itu menulis nama mereka di atas semen basah. Hal tersebut diketahui dua orang polisi yang mengatakan Jim dan teman-temannya telah melanggar hukum. Polisi itu pun membawa ketiganya ke dalam mobil—untuk dilecehkan.

Setelah 25 tahun berlalu, Jim (Sean Penn) telah memiliki anak gadis bernama Katie (Emmy Rossum) yang sayangnya ditemukan tewas terkubur di sebuah taman. Sementara Sean (Kevin Bacon) yang kini menjadi detektif mendapat tugas untuk menyelidiki kematian seorang gadis yang tak lain adalah putri Jim.

Kasus tersebut mempertemukan kembali ketiga sahabat yang sudah lama terpisah untuk menghadapi trauma masa kecil mereka. Film arahan sutradara Clint Eastwood ini menampilkan aktor-aktor kawakan seperti Sean Penn (Carlito’s Way, The Game), Tim Robbins (The Shawshank Redemption, Jacob’s Ladder) dan Kevin Bacon (Sleepers). (*/msl)

10+ Film tentang Kehidupan Penjara dari The Shawshank Redemption, Papillon, hingga Shot Caller —

10+ Film tentang Kehidupan Penjara dari The Shawshank Redemption, Papillon, hingga Shot Caller

Cinestro – FILM bertema penjara memang menarik untuk diikuti—khususnya bagi kaum cowok. Beberapa film unggulan yang mengambil tema ini, seperti The Shawshank Redemption, The Green Mile, Escape from Alcatraz, hingga Get the Gringo. Berikut daftar film tentang kehidupan penjara terbaik, selengkapnya.

1. The Green Mile (1999/8.5)

Paul Edgecomb (Tom Hanks) adalah seorang sipir yang bertugas menjaga para terpidana mati. Ia bekerja bersama rekan-rekannya termasuk Brutus “Brutal” Howell (David Morse) dan Percy Wetmore (Doug Hutchison). Suatu hari mereka kedatangan narapidana baru bernama John Coffey (Michael Clarke Duncan).

Sosok Coffey yang berbadan tinggi besar dan berkulit hitam awalnya dikuatirkan menjadi ancaman keamanan bagi para sipir, namun rupanya ia hanyalah pria lugu yang tak memiliki kecenderungan membunuh dua anak gadis seperti yang dituduhkan. Kehadiran Coffey telah mengubah kehidupan Paul dan rekan-rekannya.

2. The Shawshank Redemption (1994/9.3)

Seorang bankir bernama Andy Dufresne (Tim Robbins) divonis hukuman penjara atas tuduhan pembunuhan yang tak pernah dilakukannya. Namun, kehadirannya di penjara justru menjadi “juru-harapan” bagi kawan-kawan narapidana, terutama Red (Morgan Freeman) yang tanpa disadarinya telah banyak membantu Andy kabur dari penjara.

Diangkat dari novel karya Stephen King, The Shawshank Redemption menjadi film terbaik sepanjang masa. King menjual hak bukunya US$ 1.000 kepada Frank Darabont—yang juga menggarap The Green Mile. Meski tak mendapat satu Oscar pun dari tujuh nominasi yang diperoleh, film ini mendapat rating tertinggi IMDb, yakni 9.3.

3. Papillon (2017/7.1)

Henri Charrière (Charlie Hunnam) adalah narapidana yang tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan pembunuhan. Ia ditempatkan di sebuah “Pulau Neraka” di Guyana-Perancis, Amerika Selatan. Merasa dirinya tak bersalah dan kerap diperlakukan tidak adil, pria berjuluk “Papillon” itu berencana meloloskan diri.

Upaya berisiko ini tidak dilakukan seorang diri, ia ditemani Louis Dega (Rami Malek), rekan sesama napi yang mantan bankir. Papillon merupakan film yang diadaptasi dari sebuah autobiografi berjudul sama yang ditulis oleh Charrière sendiri pada 1969, dan telah difilmkan sebelumnya pada 1973 dengan dibintangi Steve McQueen dan Dustin Hoffman.

4. Escape from Alcatraz (1979/7.6)

Lagi-lagi berdasarkan kisah nyata, tiga narapidana yakni Frank Morris (Clint Eastwood), John, dan Clarence Anglin (Fred Ward, Jack Thibeau) berupaya melarikan diri dari Alcatraz—penjara yang dikenal paling ketat dan ditakuti di Amerika—dengan membobol sel beton selama berbulan-bulan menggunakan sendok.

5. Law Abiding Citizen (2009/7.4)

Clyde Shelton (Gerard Butler) baru saja kehilangan istri dan putrinya yang tewas dibunuh oleh Darby yang merampok dibantu rekannya, Ames. Sementara seorang jaksa bernama Nick Rice (Jamie Foxx) bertindak tidak adil karena mendorong hukuman mati pada Ames, namun justru memberi keringanan pada Darby.

Sepuluh tahun kemudian Clyde muncul menuntut balas, khususnya kepada Darby yang ia mutilasi dengan gerinda. Saat Clyde menyerahkan diri agar dipenjara, ia melakukan tindakan brutal kepada para aparat hukum secara beruntun dan membuat Nick tertekan—dari dalam penjara. Bagaimana bisa?

6. A Prophet (2009/7.9)

Malik (Tahar Rahim) adalah seorang pemuda yang divonis 6 tahun penjara atas kasus pemukulan terhadap seorang polisi Perancis. Sebagai narapidana baru, Malik tak mengenal siapa pun, ia tak mempunyai kawan atau pun musuh. Ia hanya berharap dirinya dapat menjalani seluruh hukumannya hingga selesai.

Namun semua berubah saat César Luciani (Niels Arestrup), pemimpin geng Corsica menyuruh Malik agar membunuh seorang anggota geng Arab, Reyeb (Hichem Yacoubi). Sebagai imbalan, Malik akan mendapat perlindungan sebagai bagian dari geng Corsica. Tetapi jika ia gagal, maka dirinya yang akan dibunuh.

7. Bronson (2008/7.1)

Seorang pria dijatuhi hukuman penjara atas kasus perampokan kantor pos yang berakhir gagal. Di dalam penjara, ia senang membuat kekacauan untuk menunjukkan kekejamannya, sehingga kerap diasingkan ke dalam sel isolasi. Dari 7 tahun hukuman yang harus ditanggungnya, kini berkembang hingga 34 tahun.

Pria itu adalah Michael Gordon Peterson (Tom Hardy) yang tercatat sebagai narapidana paling kejam di Inggris, namun ia lebih dikenal sebagai Charles Bronson. Pasalnya, saat berada di dalam sel isolasi, muncul kepribadian atau alter-ego lain dari Peterson yang dikenali sebagai Charles Bronson.

8. Hunger (2008/7.6)

Berbeda dengan film lain yang menceritakan kehidupan para narapidana kriminal, film arahan Steve McQueen (12 Years a Slave) ini meriwayatkan kehidupan penjara para pemberontak Irlandia, akhir 1970-an. Mendekam di bui rupanya tak menyurutkan perlawanan mereka terhadap pemerintahan Britania Raya.

Salah satu dari mereka yaitu Bobby Sands (Michael Fassbender) memimpin protes menolak dibersihkan dan menolak berpakaian (no wash protest, blanket protest). Tak hanya itu, mereka bahkan mengotori penjara dengan kotoran dan sampah. Hingga pada akhirnya mereka melakukan aksi mogok makan (hunger strike).

9. Get the Gringo (2012/7.0)

Seorang sopir (Mel Gibson) dikejar-kejar polisi karena mencuri uang. Ia tertangkap di perbatasan Meksiko dan dimasukkan ke penjara El Pueblito. Berbeda dengan penjara pada umumnya, El Pueblito tampak seperti perkampungan kumuh (ghetto) daripada penjara. Sebagai satu-satunya orang Amerika, si sopir dijuluki “El Gringo” (orang asing).

Di dalam ghetto, Gringo terlibat urusan dengan pemimpin mafia, Javi. Sementara Frank, mafia pemilik uang jutaan dolar yang dirampok oleh Gringo tengah memburunya.

10. Shot Caller (2017/7.3)

Seorang gangster yang dikenal dengan sebutan Money (Nikolaj Coster-Waldau) baru saja keluar dari penjara. Ia merencanakan sebuah tindakan kriminal yang akan mengukuhkannya sebagai gangster paling ditakuti.

Sementara itu, seorang eksekutif bernama Jacob Harlon yang tengah menikmati hidup bahagia, divonis 7 tahun penjara setelah terbukti bersalah dalam kecelakaan mobil yang menewaskan satu korban jiwa. Rupanya Jacob merupakan orang yang dikisahkan sebagai kilas balik Money pada masa-masa awal masuk penjara.

11. American History X (1998/8.5)

Derek Vineyard (Edward Norton) adalah pemimpin geng neo-Nazi yang dihukum penjara karena membunuh dua orang kulit hitam yang hampir mencuri mobilnya. Hingga sekeluar dari penjara, Derek menjadi orang yang sangat berbeda. Ia berubah total dan selalu mengingatkan adiknya, Danny (Edward Furlong) yang juga anggota geng agar tidak mengikuti jalan hidup yang salah seperti dirinya dahulu. Apa yang sebenarnya dialami Derek selama mendekam di penjara?

12. Big Stan (2007/6.2)

Stan (Rob Schneider) adalah pengusaha properti yang sukses. Namun rupanya ia melakukan pekerjaannya dengan cara menipu. Stan yang akan segera dipenjara beberapa bulan lagi harus mempersiapkan diri menghadapi hari-hari terberatnya di penjara. Ia berguru pada The Master (David Carradine) yang mengajarinya beladiri. Sebuah film komedi, kali ini.

13. Finding Nemo (2003/8.1)

Meski telah menontonnya berkali-kali, tapi siapa yang ingat kalau film ini mengandung adegan prison break. Ya, adegan tersebut terjadi saat Nemo (Alexander Gould) menjadi tawanan baru di dalam akuarium dr. Sherman. Ia diminta oleh Gill (Willem Dafoe) untuk melakukan misi meloloskan diri, sebelum satu-persatu dari mereka dieksekusi oleh Darla, keponakan dr. Sherman yang kejam! (*/msl)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai